TARAKAN — Seratus perempuan pengusahakecil berkumpul di Aula Kantor Kelurahan Pamusian, Kota Tarakan, dalam sebuah ruang belajar yang sederhana namunpenuh semangat. Mereka hadir tidak hanya untuk menyimakmateri, tetapi juga saling berbagi pengalaman dalammenjalankan usaha yang menjadi penopang ekonomikeluarga.

Melalui kegiatan literasi kewirausahaan yang digelaroleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM) CabangTarakan, para nasabah didorong untuk semakin percaya diridalam mengelola usaha sekaligus memperkuat pemahamandalam mengatur keuangan secara lebih bijak.



Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasionalGerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang diinisiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dalampelaksanaannya di Provinsi Kalimantan Utara, PNM berperansebagai koordinator kegiatan dengan melibatkan berbagaikolaborator seperti Bank Central Asia (BCA), Bursa EfekIndonesia (BEI), serta dukungan dari Bank Indonesia (BI). Beragam materi yang disampaikan meliputi pengelolaankeuangan pribadi, perencanaan keuangan keluarga, pemanfaatan layanan perbankan, hingga peningkatankewaspadaan terhadap investasi ilegal dan pinjaman online ilegal.

Melalui kegiatan ini, pendekatan pemberdayaan yang dijalankan PNM kembali menegaskan bahwa dukungan bagiperempuan pengusaha tidak hanya terbatas pada akses modal finansial, tetapi juga diperkuat melalui modal sosial danintelektual. Berbagai pelatihan peningkatan kapasitas usahamenjadi bagian penting dari model bisnis pemberdayaan yang dijalankan, sehingga para nasabah tidak hanya mendapatkanpembiayaan, tetapi juga ruang belajar, pendampingan, sertajejaring yang saling menguatkan. Dengan bekal tersebut, para perempuan pengusaha UMKM diharapkan mampumengembangkan usaha yang lebih tangguh sekaligusmenghadirkan masa depan yang lebih baik bagi keluargamereka.

Salah satu peserta pelatihan, pengusaha makanan ringan di Tarakan, mengaku kegiatan ini memberinya pemahaman barudalam mengelola usaha dan keuangan keluarga.
“Kami jadilebih paham bagaimana mengatur keuangan usaha dan jugalebih waspada terhadap pinjaman online atau investasi yang tidak jelas. Pelatihan seperti ini sangat membantu kami para ibu yang sedang berusaha mengembangkan usaha,” ujarnya.
Pemimpin Cabang PNM Tarakan, Iwan Razak, menyampaikan bahwa pemberdayaan yang dijalankan tidakhanya berhenti pada pemberian pembiayaan, tetapi jugamelalui pendampingan dan ruang belajar bagi para nasabah.
“Kami percaya bahwa kekuatan usaha para ibu tidak hanyadibangun dari modal finansial, tetapi juga dari pengetahuan, kepercayaan diri, dan dukungan lingkungan di sekitarnya. Melalui pelatihan seperti ini, kami ingin para nasabah merasasemakin percaya diri dalam mengelola usaha, saling belajarsatu sama lain, dan terus melangkah maju membangun masa depan yang lebih baik bagi keluarga mereka,” ujar Iwan. (**)



