TARAKAN – Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kelurahan Juata Permai, Kecamatan Tarakan Utara, telah mencapai progres 100 persen dan menjadi lokasi dengan capaian pembangunan tertinggi dari tujuh titik koperasi yang tengah dibangun di Kota Tarakan.


Komandan Kodim 0907/Tarakan, Letnan Kolonel Infanteri Danan Wisnubrata, mengungkapkan penyelesaian pembangunan tersebut sebagai bagian dari percepatan program penguatan ekonomi kerakyatan yang dijalankan pemerintah melalui pembentukan koperasi berbasis desa dan kelurahan.
“Tidak lama lagi, Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih di Juata Permai ini pembangunannya selesai 100 persen dan siap memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Danan, Selasa (21/4/2026).




Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diarahkan untuk memperkuat struktur ekonomi masyarakat melalui sistem usaha bersama yang menekankan prinsip gotong royong, kekeluargaan, serta kemandirian ekonomi lokal.


Konsep tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33 yang menempatkan koperasi sebagai pilar utama ekonomi nasional berbasis kebersamaan.


Menurut Danan, koperasi diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang mampu menjawab kebutuhan dasar warga sekaligus membuka peluang usaha baru di tingkat kelurahan.
“Melalui koperasi, kita membangun kekuatan dari bawah — dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat,” katanya.
Di Kota Tarakan, pembangunan KDKMP dilakukan secara bertahap di tujuh kelurahan yang tersebar di empat kecamatan. Data progres pembangunan menunjukkan Kelurahan Juata Permai menempati posisi pertama dengan capaian 97,77 persen dan kini telah rampung sepenuhnya.
Posisi berikutnya ditempati Kelurahan Kampung Empat Kecamatan Tarakan Timur dengan progres 90,33 persen.
Sementara itu, pembangunan di Kelurahan Pamusian Kecamatan Tarakan Tengah baru mencapai 24,33 persen, disusul Kelurahan Karang Harapan Kecamatan Tarakan Barat sebesar 20,96 persen serta Kelurahan Juata Kerikil Kecamatan Tarakan Utara dengan progres 19,48 persen.
Dua lokasi lainnya masih berada pada tahap awal pembangunan, yakni Kelurahan Pantai Amal Kecamatan Tarakan Timur sebesar 0,83 persen dan Kelurahan Karang Anyar Kecamatan Tarakan Barat sebesar 0,73 persen.
Perbedaan capaian pembangunan tersebut menunjukkan tahapan kesiapan infrastruktur koperasi di masing-masing wilayah yang disesuaikan dengan kondisi lahan, kesiapan administrasi, serta dukungan masyarakat setempat.
Danan menekankan keberlanjutan program koperasi sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat, baik sebagai anggota, pengelola, maupun pengawas kegiatan koperasi.
“Kita tidak mau program ini gagal, karena itulah keterlibatan seluruh masyarakat sangat dibutuhkan untuk menggerakkan dan juga mengawasi pengoperasian koperasi desa kelurahan Merah Putih ini,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat Juata Permai serta warga Kota Tarakan untuk memanfaatkan koperasi sebagai ruang ekonomi bersama yang dikelola secara kolektif demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kodim 0907/Tarakan akan terus hadir di tengah masyarakat, mendukung setiap upaya pembangunan serta memastikan program-program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” lanjutnya.
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dirancang menyediakan layanan terpadu yang mencakup sektor perdagangan, pembiayaan, kesehatan, hingga dukungan logistik sektor produktif masyarakat.
Unit usaha koperasi meliputi penyediaan kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, telur, serta berbagai perlengkapan rumah tangga dan alat tulis kantor.
Selain itu, koperasi juga menyediakan bahan bangunan serta produk pendukung sektor pertanian dan perikanan berupa bibit, pupuk, alat pertanian, hingga fasilitas penyimpanan ikan atau cold storage untuk membantu stabilitas hasil tangkapan nelayan.
Pada sektor jasa, koperasi menghadirkan layanan simpan pinjam mikro sebagai akses pembiayaan usaha masyarakat, apotek dan klinik desa dengan layanan kesehatan terjangkau, serta gerai logistik yang berfungsi mendistribusikan kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung rantai pasok ekonomi lokal.
Pembentukan KDKMP diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi berbasis komunitas sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan.
Dengan selesainya pembangunan di Juata Permai, pemerintah dan unsur TNI mendorong percepatan operasional koperasi agar manfaat ekonomi dapat segera dirasakan warga.
“Bersama rakyat, TNI kuat. Bersama koperasi, ekonomi rakyat bangkit,” pungkas Danan. (*)



