TARAKAN – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) kembali melanjutkan agenda konsolidasi organisasi melalui Musyawarah Cabang (Muscab) III yang digelar di Kota Tarakan hari ini.
Ketua DPW PPP Kaltara, Muhammad Hatta, menyampaikan bahwa Kota Tarakan merupakan daerah keempat yang menyelenggarakan Muscab setelah sebelumnya sukses dilaksanakan di Bulungan, Tana Tidung (KTT), dan Malinau.
“Ini yang keempat kami dari DPW melaksanakan musyawarah cabang, yang mana yang sudah selesai itu di Bulungan, kemudian KTT, Malinau, dan hari ini di Tarakan,” ujar Muhammad Hatta saat ditemui di lokasi kegiatan.

Pelaksanaan Muscab di Kota Tarakan ini menjadi perhatian khusus bagi pengurus wilayah mengingat dinamika politik yang terjadi di wilayah utara Kaltara tersebut. Hatta menjelaskan bahwa setelah Tarakan tuntas, pihaknya akan segera bergeser ke Kabupaten Nunukan untuk merampungkan seluruh rangkaian Muscab di lima kabupaten/kota se-Kaltara sebelum memasuki bulan Juni.
“Setelah musyawarah ini, yang pasti kami rampungkan dulu lima kabupaten kota ini, setelah itu kami membawa seluruh rekomendasi yang ada ke DPP karena hasil akhirnya nanti ditentukan di sana,” katanya menjelaskan tahapan setelah musyawarah selesai.
Dalam forum Muscab ini, agenda utama adalah pembentukan tim formatur yang bertugas menyusun kepengurusan baru untuk periode mendatang. Hatta mengungkapkan bahwa saat ini sudah muncul dua nama kuat yang merupakan kader terbaik partai dan saat ini tengah duduk sebagai anggota DPRD Kota Tarakan untuk memimpin DPC PPP Tarakan.
“Kalau untuk di Kota Tarakan ini, kemungkinan ada dua nama, dan dua-duanya adalah anggota DPRD dari PPP, yang pertama Pak Habusan dan kemudian yang kedua ada Hj. Jamaliah,” ungkapnya mengenai bursa calon ketua.
Hatta juga memberikan motivasi kepada seluruh kader mengenai capaian partai yang mengalami peningkatan signifikan pada periode kepemimpinannya di Tarakan. Dari yang sebelumnya hanya memiliki satu kursi di parlemen kota, PPP Tarakan berhasil naik menjadi dua kursi, meskipun target awal yang dicanangkan adalah tiga kursi.
“Awalnya itu PPP di Kota Tarakan kursi kami hanya ada satu, tetapi alhamdulillah masuk di kepengurusan saya yang pertama itu kita bisa meraih dua kursi,” kenang Hatta.
Menatap pemilu mendatang, DPW PPP Kaltara memasang target ambisius untuk mengembalikan kejayaan partai di setiap daerah pemilihan, terutama di wilayah yang kursinya sempat hilang. Fokus utama partai adalah merebut kembali kursi di Dapil Barat yang pada periode lalu terlepas, guna menggenapi target minimal tiga kursi di DPRD Kota Tarakan.
“Harapan saya ke depan paling tidak sesuai dengan target awal ini bahwa kami bisa meraih tiga kursi, sehingga yang sangat berpotensi itu adalah Dapil Barat yang kemarin lepas kursinya akan kami rebut kembali,” tegasnya.
Tidak hanya di tingkat kota, target peningkatan juga dipasang untuk keterwakilan partai di tingkat Provinsi Kalimantan Utara agar posisi partai semakin kuat dalam mengawal aspirasi masyarakat. Saat ini PPP masih bertahan dengan raihan satu kursi di tingkat provinsi, dan ditargetkan akan bertambah menjadi dua kursi pada pemilu legislatif berikutnya.
“Di provinsi itu alhamdulillah ini masih kami bertahan satu kursi, dan insyaallah di kepengurusan kami yang baru ini kami target minimal dua kursi,” tutupnya. (Sha)



