Facesia.comFacesia.comFacesia.com
Font ResizerAa
  • BERANDA
  • NEWS
    • NASIONAL
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV KALTARA
    • PEMKOT TARAKAN
    • PEMKAB BULUNGAN
    • PEMKAB NUNUKAN
    • PEMKAB MALINAU
    • PEMKAB TANA TIDUNG
  • DPRD
    • DPD RI
    • DPRD KALTARA
    • DPRD TARAKAN
    • DPRD BULUNGAN
    • DPRD NUNUKAN
    • DPRD MALINAU
    • DPRD KTT
  • TNI POLRI
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • FACETIGASI
  • OPINI
  • FACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIAL
Reading: Simpul Hijau Kaltara-Kaltim, Bupati Syarwani: Menjaga Hutan dan Kesejahteraan Desa Harus Sejalan
Share
Font ResizerAa
Facesia.comFacesia.com
  • FACE TV
  • OFFICIAL
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • ADVETORIAL
Search
  • BERANDA
  • NEWS
    • NASIONAL
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV KALTARA
    • PEMKOT TARAKAN
    • PEMKAB BULUNGAN
    • PEMKAB NUNUKAN
    • PEMKAB MALINAU
    • PEMKAB TANA TIDUNG
  • DPRD
    • DPD RI
    • DPRD KALTARA
    • DPRD TARAKAN
    • DPRD BULUNGAN
    • DPRD NUNUKAN
    • DPRD MALINAU
    • DPRD KTT
  • TNI POLRI
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • FACETIGASI
  • OPINI
  • FACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIAL
Follow US
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Policy
  • Redaksi
  • Karir
© 2025 Facesia.com

Simpul Hijau Kaltara-Kaltim, Bupati Syarwani: Menjaga Hutan dan Kesejahteraan Desa Harus Sejalan

redaksi
redaksi
Published: 13 Mei 2026
Share
3 Min Read
SHARE

YOGYAKARTA – Praktik pembangunan berbasis desa di Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur kini menjadi sorotan nasional sebagai model sukses yang menyelaraskan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian alam melalui pendekatan Aksi Inspiratif Warga untuk Perubahan (SIGAP).

“Bagi kami di Bulungan, menjaga kelestarian hutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa adalah dua agenda yang harus berjalan beriringan tanpa harus saling mengorbankan,” ujar Bupati Bulungan, Syarwani, dalam kegiatan Ekspos Program SIGAP yang berlangsung di Yogyakarta, Selasa (12/5/2026).

Pendekatan SIGAP yang dikembangkan oleh Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) ini menitikberatkan pada penguatan tata kelola desa, kepastian hak kelola sumber daya alam, hingga pengembangan ekonomi berkelanjutan berbasis potensi lokal.

“Pendampingan desa berbasis SIGAP sangat membantu pemerintah daerah dalam menyusun perencanaan yang lebih kuat, sekaligus mendukung kebijakan strategis seperti RPJM Desa Hijau,” lanjut Syarwani di hadapan para pemangku kepentingan nasional.

Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan, Catur Endah Prasetiani, menilai bahwa apa yang dilakukan di wilayah utara Kalimantan ini merupakan potret ideal dari pengelolaan perhutanan sosial di Indonesia.

“Akses kelola hutan memang harus dibangun di atas tata kelola desa yang kuat agar perhutanan sosial menjadi instrumen nyata bagi perlindungan hutan sekaligus kesejahteraan warga,” kata Catur Endah memberikan apresiasi.

Di Kabupaten Bulungan sendiri, internalisasi pembangunan hijau telah didorong hingga masuk ke dalam dokumen perencanaan daerah, di mana saat ini program tersebut telah menjangkau 18 desa dengan target perluasan hingga 74 desa.

“Kami ingin memastikan bahwa pembangunan berkelanjutan ini bukan sekadar wacana, melainkan motor penggerak ekonomi yang tumbuh langsung dari desa-desa kami,” ungkap Syarwani menekankan komitmennya.

Senada dengan hal tersebut, perwakilan dari Kementerian PPN/Bappenas melihat bahwa keberhasilan replikasi SIGAP di berbagai wilayah menunjukkan bahwa desa memiliki kemampuan besar untuk menjadi agen perubahan ekologis.

“Ketika desa diperkuat dan pemerintah daerah memberikan ruang seluas-luasnya, desa terbukti mampu menjadi aktor utama dalam pembangunan hijau nasional,” tutur Jayadi, Direktur Pembangunan Indonesia Barat Bappenas.

Program ini juga dinilai berhasil karena menempatkan warga sebagai subjek utama, bukan sekadar objek pembangunan, sehingga setiap perubahan sosial dan lingkungan yang terjadi bersifat lebih organik dan berkelanjutan.

“Kunci keberhasilannya terletak pada para pendamping desa yang bekerja bersama warga untuk mengenali potensi alam serta mengawal perubahan nyata di tingkat tapak,” jelas Direktur Program Terestrial YKAN, Ruslandi.

Melalui kolaborasi lintas sektor yang dipaparkan dalam forum ini, diharapkan praktik pembangunan hijau dari Kalimantan dapat menginspirasi daerah lain di Indonesia, mulai dari Sumatera hingga Papua.

“Semoga sinergi ini terus menguat dengan satu tujuan pasti, yakni memastikan kelestarian alam tetap terjaga sementara masyarakatnya hidup lebih sejahtera,” pungkas Syarwani. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Share This Article
Facebook Copy Link Print

Pencarian

Berita Terbaru

  • Polda Kalimantan Utara Gelar Peninjauan dan Pendistribusian Program Makan Bergizi Gratis untuk Anak Sekolah 14 Mei 2026
  • Hasan Basri Desak Kementerian PPPA Lindungi Mahasiswi Nunukan Korban Kekerasan Seksual di Makassar 14 Mei 2026
  • Simpul Hijau Kaltara-Kaltim, Bupati Syarwani: Menjaga Hutan dan Kesejahteraan Desa Harus Sejalan 13 Mei 2026
  • Telkom Bukukan Kinerja Resilience pada FY25, Perkuat Fundamental dan Hasilkan Total Shareholder Return 35,7% 12 Mei 2026
  • Fiskal Daerah Diprediksi Menurun, DPRD Bulungan Sampaikan Rekomendasi Strategis atas LKPJ 2025 12 Mei 2026

Advetorial

PT PRI Bekali Mahasiswa UBT di Acara Seminar K3 
ADVETORIAL
MODENA Perkenalkan Chest Freezer Terbaru, Solusi Andal untuk Berbagai Sektor Usaha
ADVETORIAL
PRI Peduli: Gelar Pengobatan Gratis dan Bagikan Bingkisan Natal
ADVETORIAL
Perayaan Nataru di Gereja HKBP Tarakan Berlangsung Semarak, Gubernur Ajak Warga Kaltara Tingkatkan Toleransi dan Kerjasama
ADVETORIAL

Berita Terhangat

PEMKAB BULUNGAN

Fiskal Daerah Diprediksi Menurun, DPRD Bulungan Sampaikan Rekomendasi Strategis atas LKPJ 2025

14 Mei 2026
PEMKAB BULUNGAN

Tanamkan Karakter Integritas Sejak Dini, Pemkab Bulungan Ikuti Peluncuran Buku Pendidikan Anti Korupsi

14 Mei 2026
PEMKAB BULUNGAN

Realisasi Investasi Kaltara Tembus Rp11 Triliun, Bupati Syarwani Bidik Hilirisasi Perikanan di Forum KIF 2026

14 Mei 2026
PEMKAB BULUNGAN

Gubernur Kaltara Keluarkan Diskresi: Aktivitas Tambang Non-Logam Diizinkan Kembali Selama 8 Bulan

14 Mei 2026
Previous Next
Facesia.comFacesia.com
© 2025 Facesia.com
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Policy
  • Redaksi
  • Karir
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?