Facesia.comFacesia.comFacesia.com
Font ResizerAa
  • BERANDA
  • NEWS
    • NASIONAL
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV KALTARA
    • PEMKOT TARAKAN
    • PEMKAB BULUNGAN
    • PEMKAB NUNUKAN
    • PEMKAB MALINAU
    • PEMKAB TANA TIDUNG
  • DPRD
    • DPD RI
    • DPRD KALTARA
    • DPRD TARAKAN
    • DPRD BULUNGAN
    • DPRD NUNUKAN
    • DPRD MALINAU
    • DPRD KTT
  • TNI POLRI
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • FACETIGASI
  • OPINI
  • FACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIAL
Reading: Temui Pengunjuk Rasa, Anggota DPRD Nunukan Gat Khaleb Akui Kesadaran Perusahaan Terkait K3 Masih Rendah
Share
Font ResizerAa
Facesia.comFacesia.com
  • FACE TV
  • OFFICIAL
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • ADVETORIAL
Search
  • BERANDA
  • NEWS
    • NASIONAL
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV KALTARA
    • PEMKOT TARAKAN
    • PEMKAB BULUNGAN
    • PEMKAB NUNUKAN
    • PEMKAB MALINAU
    • PEMKAB TANA TIDUNG
  • DPRD
    • DPD RI
    • DPRD KALTARA
    • DPRD TARAKAN
    • DPRD BULUNGAN
    • DPRD NUNUKAN
    • DPRD MALINAU
    • DPRD KTT
  • TNI POLRI
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • FACETIGASI
  • OPINI
  • FACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIAL
Follow US
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Policy
  • Redaksi
  • Karir
© 2025 Facesia.com

Temui Pengunjuk Rasa, Anggota DPRD Nunukan Gat Khaleb Akui Kesadaran Perusahaan Terkait K3 Masih Rendah

redaksi
redaksi
Published: 6 Mei 2026
Share
3 Min Read
SHARE

NUNUKAN – Gedung DPRD Kabupaten Nunukan mendadak riuh oleh kedatangan massa dari Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat (AMM) yang menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran pada Rabu (6/5/2026). Sembari membentangkan atribut aksi, para demonstran secara lantang meneriakkan slogan perlawanan seperti “Upah Layak Adalah Hak dan Buruh Bukan Mesin” sebagai cerminan jeritan hati para pekerja di wilayah perbatasan. Kehadiran kaum intelektual dan warga ini bertujuan memaksa para wakil rakyat agar keluar dari zona nyaman dan lebih peka terhadap nasib kaum buruh yang hingga kini dinilai masih minim perlindungan hukum.

“Selama ini buruh kita belum mendapat perlindungan hak pekerja secara maksimal, mereka masih sangat rentan terhadap eksploitasi, padahal kontribusi mereka luar biasa besar dalam pembangunan daerah,” teriak salah satu orator aksi, Andi.

Di tengah guyuran orasi, AMM membeberkan potret buram kesejahteraan para pekerja kebersihan atau “pasukan kuning” di bawah naungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Nunukan yang dinilai jauh dari kata layak. Beban kerja yang menguras fisik sejak subuh serta intaian risiko penyakit dinilai sangat berbanding terbalik dengan isi dompet yang mereka bawa pulang setiap bulan. Keadaan tersebut diperparah oleh temuan fatal di lapangan mengenai nihilnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), di mana banyak pekerja konstruksi dibiarkan bertaruh nyawa di ketinggian tanpa tali pengaman (harness), pekerja bangunan tanpa helm pelindung, hingga buruh pelabuhan yang beraktivitas tanpa rompi pelampung.

“Alat Pelindung Diri (APD) itu sangat penting untuk mengurangi risiko kecelakaan fatal dan penyakit akibat kerja, jadi kami minta pemerintah daerah tidak menutup mata dan segera bertindak serius,” tegas Andi menyuarakan tuntutan regulasi K3.

Aksi demonstrasi ini langsung mendapat respons dari anggota DPRD Nunukan, Gat Khaleb, yang menemui massa dan menyatakan keberpihakannya secara lembaga terhadap tuntutan kesejahteraan buruh tersebut. Namun, Gat memberikan edukasi hukum bahwa kewenangan mutlak terkait regulasi penetapan upah berada di tangan pemerintah pusat, sementara legislatif di daerah bergerak pada fungsi pengawasan. Terkait sorotan tajam mengenai lemahnya proteksi K3 dan mandeknya draf Perda rumput laut yang sempat dipertanyakan massa, politisi Nunukan ini mengakui adanya rapor merah dari tingkat kepatuhan perusahaan swasta serta batasan regulasi yang kini ditarik ke tingkat pemprov.

“Masalah APD ini menjadi evaluasi berat bagi kami untuk memperketat pengawasan ke depan, sedangkan untuk tata kelola laut dan rumput laut, kewenangannya memang ada di provinsi, namun kami berjanji akan terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat agar aspirasi ini ditindaklanjuti,” pungkas Gat Khaleb. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Share This Article
Facebook Copy Link Print

Pencarian

Berita Terbaru

  • Sambut Libur Sekolah, PELNI Berikan Diskon Tarif Tiket Kapal Hingga 30 Persen 4 Juni 2026
  • Dorong Daya Saing UMKM Perbatasan, Bapemperda DPRD Nunukan Mulai Godok Ranperda Ekonomi Kreatif 3 Juni 2026
  • Plt Wali Kota Tarakan Instruksikan OPD Kebut Naskah Akademis Raperda 2026 3 Juni 2026
  • DPRD Tarakan Sepakati 12 Raperda dalam Propemperda Tahun 2026 3 Juni 2026
  • Keberhasilan Polda Kaltara Dalam Mengungkap Kasus Curat, Curas, dan Curanmor di Wilayah Kalimantan Utara 2 Juni 2026

Advetorial

PT PRI Bekali Mahasiswa UBT di Acara Seminar K3 
ADVETORIAL
MODENA Perkenalkan Chest Freezer Terbaru, Solusi Andal untuk Berbagai Sektor Usaha
ADVETORIAL
PRI Peduli: Gelar Pengobatan Gratis dan Bagikan Bingkisan Natal
ADVETORIAL
Perayaan Nataru di Gereja HKBP Tarakan Berlangsung Semarak, Gubernur Ajak Warga Kaltara Tingkatkan Toleransi dan Kerjasama
ADVETORIAL

Berita Terhangat

DPRD NUNUKAN

Dorong Daya Saing UMKM Perbatasan, Bapemperda DPRD Nunukan Mulai Godok Ranperda Ekonomi Kreatif

8 Juni 2026
DPRD NUNUKAN

Sengkarut Pelabuhan Tunon Taka, Muhammad Mansur Desak Kemenhub Beri Teguran Keras ke KSOP Nunukan

8 Juni 2026
DPRD NUNUKAN

Sempat Diwarnai Penolakan, DPRD Nunukan Resmi Tunda Rencana Relokasi PKL Pasar Tani Alun-Alun

8 Juni 2026
DPRD NUNUKAN

Gaya Srikandi Parlemen Nunukan Perkuat Jaringan, Rangkul Muslimat NU Kaltara demi Berdayakan Perempuan

8 Juni 2026
Previous Next
Facesia.comFacesia.com
© 2025 Facesia.com
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Policy
  • Redaksi
  • Karir
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?