Bom Makassar, Islam Disasar

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Oleh: Arsilah
Pemerhati sosial

Kembali masyarakat dikejutkan dengan teror bom bunuh diri, yang mengakibatkan ledakan di sebuah Gereja Katedral di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, relawan Jokowi Mania (JoMan), Immanuel Ebenezer menegaskan, serangan teror ke gereja merupakan aksi teror yang sangat brutal. Terlebih, gereja adalah tempat jemaat kristiani beribadah yang jelas banyak masyarakat sipil di dalamnya. Polisi menyebut, 14 orang mengalami luka-luka akibat terkena serpihan ledakan bom. kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono menerangkan, 14 korban luka dirawat di beberapa rumah sakit yang ada di Makassar.(Liputan6.com28/3/2021).

Ledakan bom bunuh diri mengusik batin masyarakat, termasuk para tokoh yg mengecam perbuatan tersebut. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir meminta Polri segera mengusut tuntas siapa dan apa motif peledakan bom tersebut termasuk jaringan dan aktor di balik teror bom bunuh diri tersebut. Menurutnya segala bentuk kekerasan yang menimbulkan ketakutan, kekacauan, serta mengancam dan mengorbankan nyawa manusia sangatlah biadab.(Liputan6.com,28/3/2021).

Begitu pula dengan Menteri agama Yaqut meminta kepada pemuka agama turut menyampaikan kepada jamaahnya tentang perdamaian. Menurutnya pemuka agama harus menekankan bahwa, tidak ada agama apapun yang melakukan kekerasan dan teror dengan alasan apapun. Karena menurutnya agama mengajarkan kasih sayang, kedamaian dan saling mencintai ke sesama manusia. Ia pun menambahkan, kejadian bom bunuh diri di Katedral Makassar bukanlah masuk ke dalam perilaku umat yang beragama. Yaqut berharap kepada masyarakat agar untuk tidak ketakutan karena peristiwa tersebut. (REPUBLIKA.CO.ID,28/3/2021).

Polisi terus memburu siapa pelaku dibalik bom bunuh diri tersebut. Malam harinya, Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo telah berhasil mengungkap identitas pelaku bom bunuh diri yaitu pasangan suami istri milenial yang baru menikah. Mereka disebut tergabung dalam Jemaah Ansharut Daulah (JAD). (Cnnindonesia.com, 28/3/2021).

Cepatnya penanganan kasus tersebut patut diapresiasi. Belum berganti hari, identitas pelaku beserta jaringannya terungkap dengan sejumlah bukti. Namun demikian, ada hal yang mengusik masyarakat perihal kasus lain yang lambat dan sulit terungkap. Seperti kasus KM50 dan penangkapan koruptor Harun Masiku, hingga kini masih belum terselesaikan.

Kasus bom bunuh diri seolah pengingat dan justifikasi bagi masyarakat terhadap isu terorisme, seolah benar-benar masalah besar bangsa dan negara. Masih teringat di benak kita bom Bali yang begitu banyak korban. Kenapa hal ini bisa terus terulang? Apakah pelakunya kelompok Radikal atau hanya pengalihan isu yang sedang terjadi hari ini.

Lagi-Lagi Islam Menjadi Tertuduh

Kembali Islam yang jadi tertuduh karena cadar dan celana cingkrang.Padahal jelas belum terbukti apa motif dibalik itu semua. perang melawan terorisme ini sejak awal memang sudah dibidikkan kepada Islam atau kelompok Islam atau apa pun yang berlabel Islam.

Teringat Masjid di Kabupaten Tolikara dibakar umat Nasrani menjelang shalat Ied, kasus itu bermula saat umat Islam Karubaga Kabupaten Tolikara hendak menjalankan shalat Idul Fitri.Tiba-tiba, sekelompok massa dari luar berteriak-teriak. Umat muslim yang hendak shalat sontak kaget dan langsung melarikan diri ke Koramil dan Pos 756/WMS untuk meminta perlindungan. Sepeninggalan umat muslim itu, masjid tersebut dibakar dan penanganannyapun sangat lambat, kemudian Pembunuhan imam saat sedang sholat, kitab Al-Qur’an dibakar, apakah semua itu termasuk kelompok radikal juga? bahkan para pelakunya pun belum bisa teridentifikasi. Akhirnya orang gila pun jadi tersangka.

Jika ada umat Islam yang membuat kesalahan,Semua kaum muslimin jadi tertuduh dan beritapun sungguh luar biasa besar. Memang ini yang dikehendaki pihak-pihak tertentu yang tidak menginginkan bahwa umat Islam itu bangkit, umat Islam itu bisa berperan lebih dalam mengatur dunia ini.

Peristiwa ini, menurut ulama kontemporer pengamat politik internasional Dr. Ryan, M.Ag., pemerintah seharusnya jangan kehilangan fokus pada problem utama negeri ini. Cepatnya respon dalam menyelesaikan kasus bom Makassar seharusnya diiringi dengan penyelesaian problem lainnya, karena masalah di negeri ini begitu besar dan bertumpuk menuntut untuk diselesaikan. Utang luar negeri yang terus membengkak misalnya, yang akan semakin menyengsarakan rakyat.

Inilah realitas hidup di sistem demokrasi. Asasnya yang sekuler menggandeng sistem ekonomi kapitalisme dalam mengatur kehidupan bernegara. Problem utama negeri ini adalah penerapan sistem sekuler yang mendepak agama untuk turut campur dalam menyelesaikan permasalahan bangsa.

 

Islam Tegas Melarang Bunuh Diri

Telah jelas dalam ajaran Islam, perbuatan tersebut terlarang dan merupakan dosa besar karena membunuh dirinya sendiri juga melukai banyak orang. Tindakan tersebut sangat keliru jika dianggap bagian dari ajaran Islam, apalagi sampai dikatakan jihad menjelang Ramadan. Oleh karenanya, tindakan tersebut pastilah dilakukan orang yang tak paham Islam.

Allah SWT secara tegas melarang tindakan bunuh diri. Larangan itu disebutkan, antara lain, dalam surah an-Nisa’ ayat 29 yang artinya, “Janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah Maha penyayang kepadamu.”

Di dalam hadits dijelaskan, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam Beliau bersabda, “Barangsiapa menjatuhkan dirinya dari sebuah gunung, kemudian membunuh dirinya, maka dia di dalam neraka Jahannam menjatuhkan dirinya dari sebuah gunung, dia tinggal lama dan dijadikan tinggal lama selamanya di dalam neraka Jahannam selama-lamanya. Dan barangsiapa meminum racun kemudian membunuh dirinya, maka racunnya akan berada di tangannya, dia akan meminumnya di dalam neraka Jahannam dia tinggal lama dan dijadikan tinggal lama selamanya di dalam neraka Jahannam selama-lamanya.Dan barangsiapa membunuh dirinya dengan besi, maka besinya akan berada di tangannya, dia akan menikam perutnya di dalam neraka Jahannam, dia tinggal lama dan dijadikan tinggal lama selamanya di dalam neraka Jahannam selama-lamanya”. [HR. Al-Bukhâri, no. 5778; Muslim, no. 109; lafazh bagi Al-Bukhâri].

Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin, agama yang memberikan rahmat bagi seluruh penduduk dunia. Islampun mengharamkan seseorang/kelompok membunuh tanpa alasan yang jelas dan dibenarkan.Dalam firman Allah SWT,“Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allâh (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar.” (QS al-Isrâ’/17: 33).

Dalil-dalil tersebut sudah sangat jelas, bahwa Islam mengharamkan bunuh diri, apalagi sampai melukai orang lain. Islam memang mengajarkan jihad. Tapi jihad dilakukan harus sesuai dengan koridor syariat. Islam tak membolehkan menebar teror, membunuh warga yang tidak terlibat dalam peperangan, termasuk orang tua, perempuan dan anak-anak. Bahkan dilarang merusak rumah ibadah atau membumihanguskan wilayah sasaran.

Umat butuh sistem yang bisa melindungi dan mensejahterakan. Semua itu bisa didapatkan jika syariat Islam diterapkan, hingga tidak akan ada lagi ketakutan yang akan terus menghantui umat.

Wallahu’Alam Bishowab. (*)

Share.

About Author

Leave A Reply