Jokowi Minta BPPT Akuisisi Teknologi Asing

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa perekonomian harus bergeser dari komoditas ke teknologi. Hal ini guna meningkatkan kapasitas Indonesia untuk terus berkembang.

“Kita harus bergeser dari ekonomi yang berbasis komoditi menuju ekonomi yang berbasis inovasi dan berbasis teknologi, kita harus meningkatkan kapasitas kita sebagai produsen teknologi, harus meningkatkan kedaulatan teknologi,” jelas dia dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) BPPT 2021 secara daring, Senin (8/3).

Oleh karenanya, ia meminta para peneliti, para inovator, para industriawan Indonesia untuk dapat bekerja sama mengembangkan teknologi masa depan, teknologi berbasis revolusi industri 4.0. Khususnya, teknologi yang ramah lingkungan, teknologi yang menyejahterakan rakyat.

“Terutama pangan dan energi juga yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi dari UMKM, mempermudah sinergi antara usaha kecil dan usaha besar dan meningkatkan kualitas hidup rakyat,” jelasnya.

Untuk bisa mencapai itu, ia meminta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk menjadi lembaga akuisisi teknologi maju dari negara lain. Apalagi, teknologi berjalan begitu cepat.

“Teknologi yang kita butuhkan untuk pemulihan ekonomi nasional mungkin saja belum diproduksi di dalam negeri. Jadi, strategi akuisisi teknologi dari luar negeri menjadi kunci percepatan pembangunan ekonomi kita, BPPT harus menyiapkan strategi akuisisi teknologi dari luar yang sangat bermanfaat dan bisa di implementasikan secara cepat dan kita harus memulai untuk tidak sekedar membeli kunci teknologi,” tegas dia.

Peningkatan ekosistem inovasi teknologi di Indonesia, kata Jokowi tidak hanya untuk BPPT saja, melainkan juga kementerian/lembaga terkait. Mulai dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) hingga Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi (Kemenko Marves).

“Perintah ini bukan hanya untuk BPPT, tetapi kepada seluruh jajaran kabinet, kepada Menko Perekonomian, pada Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, Menteri Keuangan dan juga Kepala BKPM,” tutur dia.

Jokowi meyakini, dengan kekuatan pasar raksasa yang Indonesia miliki dan kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Indonesia mempunyai referensi yang kuat untuk dapat maju di bidang teknologi.

“Tolong digarisbawahi, harus membuat kerja sama produksi teknologi di Indonesia yang melibatkan para teknologi Indonesia, sehingga transfer pengetahuan dan transfer pengalaman yaitu berjalan,” pungkasnya.(int/sha)

Share.

About Author

Leave A Reply