
BUNYU – Insiden longsor terjadi di area dinding tambang PT Saka Putra Perkasa pada siang hari bolong, sekitar pukul 12.30 WITA. Kendati demikian, kabar melegakan datang dari perusahaan tambang tersebut, memastikan tidak ada aktivitas pekerjaan di sekitar lokasi kejadian sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.




Kepala Teknik Tambang PT Saka Putra Perkasa, Nurkhalis M Dullah, mengungkapkan bahwa longsor dipicu oleh pergerakan material lumpur dari permukaan atas yang kemudian terdorong masuk ke dalam area tambang.



“Memang terjadi di area dinding tambang, ada material lumpur karena ada dorongan dari permukaan atas sehingga material tersebut masuk ke dalam tambang,” jelasnya.






Menyusul kejadian tersebut, PT Saka Putra Perkasa bergerak cepat. Sesuai prosedur, perusahaan segera melaporkan insiden ini kepada pihak berwenang. Langkah selanjutnya adalah melakukan sterilisasi area terdampak guna memastikan keamanan. Tim investigasi internal perusahaan pun langsung diterjunkan untuk menyelidiki secara menyeluruh penyebab pasti longsor dan potensi risiko lainnya.






Saat ini, fokus utama PT Saka Putra Perkasa adalah melakukan perbaikan intensif di area yang mengalami longsor. Nurkhalis menambahkan bahwa setelah proses perbaikan rampung, aktivitas pertambangan di lokasi tersebut akan kembali dilanjutkan.
“Nantinya jika sudah perbaikan lokasi tersebut tetap akan dilakukan aktivitas karena memang masih dalam area tambang,” ungkapnya.
Terkait Surat Laik Operasi (SLO), Nurkhalis mengakui bahwa saat ini masih dalam proses penjadwalan ulang. “Hal itu masih dalam proses,” pungkasnya. (nri)