TARAKAN – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Kalimantan Utara (Kaltara) mulai memantapkan langkah politik dengan mengintensifkan konsolidasi internal di lima Dewan Pimpinan Daerah (DPD) kabupaten/kota. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat struktur partai sekaligus mempersiapkan strategi menghadapi kontestasi politik mendatang.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPW PAN Kaltara, Harjo Solaika, mengatakan Kota Tarakan menjadi daerah ketiga yang dikunjungi dalam rangkaian konsolidasi tersebut. Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan di Kabupaten Nunukan dan Kabupaten Bulungan.
“Tarakan ini menjadi titik konsolidasi kami yang ketiga. Sebelumnya kami sudah melaksanakan kegiatan serupa di Nunukan dan Bulungan. Selanjutnya, kami akan bergerak ke Malinau dengan melibatkan pengurus DPD PAN Tana Tidung,” ujar Harjo.
Menurutnya, konsolidasi tersebut bukan sekadar agenda pertemuan antarpengurus, melainkan bagian dari upaya mematangkan arah politik dan strategi pemenangan PAN di seluruh wilayah Kaltara.
“Melalui konsolidasi ini, kami ingin menyatukan persepsi dan langkah seluruh pengurus. Kami juga melakukan pemetaan kekuatan politik di masing-masing daerah, sehingga target yang ditetapkan bisa disesuaikan dengan kondisi dan potensi setiap DPD,” jelasnya.
Harjo menyebutkan, konsolidasi lanjutan akan dilaksanakan di Kabupaten Malinau pada Minggu. Dalam agenda tersebut, pengurus DPD PAN Tana Tidung juga akan bergabung dengan melakukan konvoi menuju Malinau karena jarak kedua daerah yang relatif berdekatan.
Ia menilai persiapan politik sejak dini merupakan langkah penting agar PAN tidak kehilangan momentum dalam menghadapi kontestasi politik berikutnya.
“Kami tidak ingin terlambat melakukan persiapan. Justru sekarang saatnya merapatkan barisan, memperkuat struktur, dan mulai mempersiapkan figur-figur yang nantinya akan menjadi kekuatan partai,” tegasnya.
Salah satu perhatian utama DPW PAN Kaltara adalah proses penjaringan calon legislatif (caleg). Harjo menegaskan, partai harus benar-benar selektif dalam menentukan figur yang akan diusung, dengan mempertimbangkan kemampuan dan potensi masing-masing calon untuk memperoleh dukungan masyarakat.
“Jangan sampai kita hanya menyiapkan calon sekadar untuk memenuhi persyaratan administrasi di KPU. Kita harus menyiapkan figur yang memang memiliki kapasitas, dikenal masyarakat, dan punya kemampuan untuk memperjuangkan aspirasi rakyat,” ungkapnya.
Optimisme PAN Kaltara untuk kembali meraih kemenangan juga berkaca pada pengalaman politik pada Pemilu 2014. Saat itu, PAN pernah mencatatkan keberhasilan dengan menduduki posisi Ketua DPRD Kota Tarakan sekaligus menempatkan kadernya di jajaran eksekutif sebagai Wakil Wali Kota Tarakan.
“Pengalaman tahun 2014 menjadi salah satu motivasi bagi kami. PAN pernah memiliki kekuatan di legislatif maupun eksekutif. Artinya, peluang untuk kembali meraih kepercayaan masyarakat itu tetap terbuka, sepanjang seluruh kader bekerja serius dan solid,” katanya.
Di sisi lain, DPW PAN Kaltara juga berupaya menjalankan instruksi DPP PAN untuk meningkatkan perolehan suara secara nasional hingga masuk tiga besar di parlemen.
Untuk mencapai target tersebut, seluruh kader diminta aktif turun ke masyarakat dengan membawa semangat perjuangan partai, yakni “Gerak Cepat Bantu Rakyat”.
“Target nasional tentu menjadi tanggung jawab kami di daerah. Karena itu, seluruh kader harus bergerak, bekerja nyata, dan hadir di tengah masyarakat. Jangan hanya aktif ketika mendekati pemilu, tetapi harus terus membangun kedekatan dengan rakyat,” pungkas Harjo.
Melalui konsolidasi di lima kabupaten/kota, PAN Kaltara berharap dapat memperkuat soliditas organisasi, mematangkan strategi politik, serta mempersiapkan kekuatan partai untuk menghadapi kontestasi politik mendatang. (Sha)



