Facesia.comFacesia.comFacesia.com
Font ResizerAa
  • BERANDA
  • NEWS
    • NASIONAL
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV KALTARA
    • PEMKOT TARAKAN
    • PEMKAB BULUNGAN
    • PEMKAB NUNUKAN
    • PEMKAB MALINAU
    • PEMKAB TANA TIDUNG
  • DPRD
    • DPD RI
    • DPRD KALTARA
    • DPRD TARAKAN
    • DPRD BULUNGAN
    • DPRD NUNUKAN
    • DPRD MALINAU
    • DPRD KTT
  • TNI POLRI
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • FACETIGASI
  • OPINI
  • FACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIAL
Reading: Pemimpin Harus Belajar dari Pengalaman
Share
Font ResizerAa
Facesia.comFacesia.com
  • FACE TV
  • OFFICIAL
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • ADVETORIAL
Search
  • BERANDA
  • NEWS
    • NASIONAL
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV KALTARA
    • PEMKOT TARAKAN
    • PEMKAB BULUNGAN
    • PEMKAB NUNUKAN
    • PEMKAB MALINAU
    • PEMKAB TANA TIDUNG
  • DPRD
    • DPD RI
    • DPRD KALTARA
    • DPRD TARAKAN
    • DPRD BULUNGAN
    • DPRD NUNUKAN
    • DPRD MALINAU
    • DPRD KTT
  • TNI POLRI
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • FACETIGASI
  • OPINI
  • FACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIAL
Follow US
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Policy
  • Redaksi
  • Karir
© 2025 Facesia.com

Pemimpin Harus Belajar dari Pengalaman

redaksi
redaksi
Published: 5 Agustus 2020
Share
3 Min Read
DIKLAT : Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie saat membuka PKP Angkatan IV dan V di Lingkungan Pemprov Kaltara, Selasa (4/8). Humas Provinsi Kaltara
SHARE

TANJUNG SELOR – Selasa (4/8) pagi, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie membuka Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan IV dan V di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) di ruang pertemuan Gedung Gabungan Dinas (Gadis) Pemprov Kaltara.

Dalam sambutannya, Gubernur memaparkan bahwa sesuai undang-undang, jabatan di pemerintahan dibagi 2. Yakni, jabatan struktural dan jabatan fungsional. “Pengalaman menunjukkan, sebagian besar ASN PNS umumnya sangat berminat untuk duduk dalam jabatan struktural. Kecuali mendekati masa pensiun, baru beralih ke jabatan fungsional,” kata Gubernur.

Jabatan struktural diidamkan. Sebab, saat seorang menduduki jabatan struktural, akan merasa jadi pemimpin karena memiliki bawahan atau staf. “Pertanyaan sederhananya, apakah setiap PNS bisa memimpin? Karena pemimpin dan bos itu, berbeda implementasinya. Dan, sebagian orang yang ingin menjadi pemimpin tanpa mengukur dirinya. Bahkan terkadang ada yang menghalalkan segala cara,” jelas Irianto.

Disebutkan Irianto, PKP adalah kewajiban seseorang ASN PNS untuk menduduki jabatan struktural pengawas. “Secara ideal, seorang ASN PNS memang harus mengikuti diklat pengawas baru duduk di jabatan tersebut. Namun, ada juga yang beruntung dapat menduduki jabatan sebelum mengikuti diklat seperti ini. Baik diklat pengawas maupun administrator,” ungkap Gubernur.

“Dari itu, kita harus terus bersyukur kepada Allah SWT karena masih diberikan kesempatan untuk menduduki sebuah jabatan. Juga tunjukkan rasa terima kasih kepada pimpinan atau atasannya yang mengusulkan seseorang menduduki suatu jabatan,” imbuh Irianto.

Ditekankan Gubernur, seorang pemimpin bukannya pahlawan super, tapi manusia biasa yang memiliki kelemahan juga kelebihan dan berpengalaman. “Pemimpin juga harus bersikap sederhana, namun disegani dan berwibawa. Kesimpulannya tidak mudah jadi pemimpin, harus melalui tahapan yang ada. Dan, pemimpin harus berhasil membawa kebaikan dan kesejahteraan bagi yang dipimpinnya,” tutur Gubernur.

Selain itu, pemimpin juga harus membangun spirit dan jiwa kepemimpinan pada dirinya. “Setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawabannya pada saatnya nanti,” urai Irianto.

Guna diketahui, total peserta pelatihan ini, 65 orang dengan model pelatihan menyesuaikan dengan era new normal life. Artinya, ada pelatihan yang akan digelar secara online. Untuk PKP Angkatan IV akan digelar mulai 4 Agustus hingga 2 Desember 2020. Sementara untuk PKP Angkatan V akan digelar mulai 11 Agustus hingga 9 Desember 2020.

Model pelatihannya, on campus 31 hari dan off campus 60 hari. Juga akan dilakukan studi lapangan adaptasi inovasi daerah yang dilaksanakan secara virtual lewat aplikasi Zoom Meeting. Sementara untuk penilaiannya, akan diperoleh dengan evaluasi terhadap ujian studi lapangan, aksi perubahan, juga sikap dan perilaku.(humas)

 

Print Friendly, PDF & Email
Share This Article
Facebook Copy Link Print

Pencarian

Berita Terbaru

  • Safari Ramadan di Tanjung Batu, Asrin R. Saleh Ajak Masyarakat Pesisir Jaga Persatuan 3 Maret 2026
  • Kelola Parkir Dialihkan ke Swasta, Setoran PAD Tarakan Capai Rp102 Juta per Bulan 3 Maret 2026
  • Dewan Minta Prosedur Keluhan Program MBG Disosialisasikan ke Orang Tua Siswa 3 Maret 2026
  • Hasan Basri Desak Pemerintah Ambil Langkah Konkret Mediasi Konflik Global dan Amankan Ketahanan Energi 3 Maret 2026
  • Sidak SMK 4 Tarakan, Komisi IV DPRD Kaltara Temukan Ruang Kelas Tak Layak Huni 2 Maret 2026

Advetorial

PT PRI Bekali Mahasiswa UBT di Acara Seminar K3 
ADVETORIAL
MODENA Perkenalkan Chest Freezer Terbaru, Solusi Andal untuk Berbagai Sektor Usaha
ADVETORIAL
PRI Peduli: Gelar Pengobatan Gratis dan Bagikan Bingkisan Natal
ADVETORIAL
Perayaan Nataru di Gereja HKBP Tarakan Berlangsung Semarak, Gubernur Ajak Warga Kaltara Tingkatkan Toleransi dan Kerjasama
ADVETORIAL

Berita Terhangat

ADVETORIALPOLITIK

Paslon GAAS Mendapat Nomor Urut 1 di Pilkada Nunukan

24 September 2024
ADVETORIALPEMKAB NUNUKAN

Ketua TP-PKK, Bunda PAUD dan Gerakan Bunda Literasi Kecamatan Resmi Dilantik

14 Desember 2023
ADVETORIALPEMKAB NUNUKAN

Amanat Perpres 59/2018, Pemkab Nunukan Gelar Rakor SPBE 2023

14 Desember 2023
ADVETORIALPEMKAB NUNUKAN

Bupati Laura Hadiri Safari Natal di Wilayah Krayan

14 Desember 2023
Previous Next
Facesia.comFacesia.com
© 2025 Facesia.com
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Policy
  • Redaksi
  • Karir
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?