TARAKAN – Sejumlah penerima beasiswa Pertamina Foundation yang tergabung dalam Sobat Bumi Universitas Borneo Tarakan bersama Komunitas Pencinta Alam (KPAL) dan relawan melaksanakan aksi penanaman mangrove di Pantai Amal Lama (Jambore) pada Minggu (21/12/25).
Koordinator Sobat Bumi Universitas Borneo Tarakan, Geo Feneri, menjelaskan secara langsung tujuan dan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan. Menurutnya, kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan pesisir dan penguatan kesadaran lingkungan di kalangan mahasiswa dan masyarakat setempat.
“Jadi kegiatan kemarin yaitu pada tanggal 21 Desember 2025 kami penerima beasiswa Pertamina Foundation atau Sobat Bumi, teman-teman dari KPAL (Komunitas Pencinta Alam), serta relawan melakukan aksi penanaman mangrove yang bertujuan untuk melestarikan lingkungan pesisir,” ujar Geo pada Kamis (8/1/26).
Dalam kegiatan tersebut, Geo menyampaikan sebanyak 150 bibit mangrove ditanam oleh tim relawan dan KPAL yang turut serta hadir dilokasi. Ia juga menjelaskan jenis tanaman dan lokasi yang dipilih karena kondisi pesisirnya yang rentan terhadap abrasi.
“Yang dimana jenis bibit mangrove yaitu Api-Api (Avicennia) yang berlokasi di Pantai Amal Lama (Jambore),” kata Geo.
Geo juga memaparkan dampak positif yang diharapkan dan yang sudah mulai terasa dari kegiatan penanaman ini. Ia menegaskan selain manfaat ekologis, kegiatan penanaman mangrove juga berfungsi sebagai sarana pendidikan lingkungan bagi peserta dan masyarakat.
“Dengan adanya kegiatan ini, dampak yang dirasakan dan diperoleh yaitu tumbuhnya rasa kepedulian terhadap lingkungan, membuat pencegahan abrasi yang ada di pesisir pantai menurun, mencegah tsunami, dan menjaga ekosistem,” katanya.
Melihat ke depan, Sobat Bumi berkomitmen untuk menjaga keberlangsungan bibit yang telah ditanam. Dengan Harapan semoga kegiatan yang dilaksanakan membawa kepedulian dari setiap individu terhadap lingkungan. Dengan harapan, semoga apa yang mereka tanam dapat dituai dengan baik.
“Untuk melestarikan mangrove ini kami akan melakukan pengawasan terhadap bibit mangrove yang kami tanam selama beberapa bulan ke depan, untuk memastikan mangrove tidak mati,” pungkasnya.
Kegiatan penanaman mangrove ini menjadi bagian dari upaya kolaboratif antara program beasiswa, komunitas pelestari alam, dan relawan dalam menanggulangi kerusakan pesisir serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam konservasi lingkungan. Pihak panitia menyatakan akan melaporkan perkembangan kondisi bibit secara berkala dan berencana mengadakan kegiatan lanjutan untuk edukasi dan pemberdayaan masyarakat pesisir. (*)



