TANJUNG SELOR – Suasana khidmat menyelimuti Halaman Kantor Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) pada Senin (27/7) pagi saat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42.
Peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa bergantung pada bagaimana anak-anak hari ini tumbuh, dilindungi, dan dihargai.
Upacara dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara, H. Denny Harianto, S.E., M.M., yang membacakan sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Arifatul Choiri Fauzi.
Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” merupakan ajakan kepada seluruh masyarakat untuk menempatkan anak sebagai pribadi yang berharga, didengar pendapatnya, serta mendapatkan hak hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara optimal.
“Selamat Hari Anak kepada seluruh anak Indonesia. Semoga hari istimewa ini menjadi kebahagiaan bagi seluruh anak di negeri ini,” kata Sekprov Denny.
Ia menegaskan bahwa perlindungan anak tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Keluarga menjadi benteng pertama, kemudian diperkuat oleh sekolah, masyarakat, dunia usaha, media, tokoh agama, tokoh adat, akademisi, hingga pemerintah di semua tingkatan.
Berbagai ancaman terhadap anak, mulai dari kekerasan, eksploitasi, diskriminasi, perundungan, hingga risiko di ruang digital, menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama melalui kolaborasi semua pihak.
Menurutnya, membangun masa depan Indonesia berarti memastikan setiap anak memperoleh kesempatan yang sama untuk tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan terlindungi.
Semangat tersebut diwujudkan melalui Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak (RANA) dan kampanye BERLIAN (Bersama Lindungi Anak) yang mendorong terciptanya lingkungan aman bagi anak di rumah, sekolah, masyarakat, maupun ruang digital.
Selain itu, tagline “Sayang Anak Sayang Indonesia” dipilih sebagai ajakan untuk menumbuhkan kepedulian terhadap anak sebagai generasi penerus bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Menutup sambutan Menteri PPPA, Denny mengajak seluruh kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi masyarakat, media, lembaga pendidikan, komunitas, keluarga, hingga anak-anak Indonesia menjadi bagian dari gerakan BERLIAN.
“Mari kita pastikan setiap anak Indonesia tumbuh dalam lingkungan yang aman, bahagia, didengar suaranya, dan terpenuhi hak-haknya. Dengan melindungi anak, kita sedang membangun masa depan Indonesia,” tutupnya. (dkisp)












