NUNUKAN – Suasana tenang di dataran tinggi Krayan seketika berubah mencekam. Sebuah burung besi pengangkut BBM milik Pelita Air dengan nomor registrasi PK-PPA, dilaporkan menghujam bumi dan hangus terbakar di lereng Gunung Pa’belaban, Kecamatan Krayan Timur, Kamis siang (19/02).

Hanya berselang lima menit setelah lepas landas dari Bandara Long Bawan menuju Tarakan pada pukul 12.10 WITA, pesawat yang baru saja selesai menuntaskan misi mulia mengantar 4.000 liter Pertalite itu kehilangan kontak. Tak lama kemudian, kepulan asap hitam membubung tinggi dari arah hutan Desa Pabetung, mengirimkan sinyal petaka bagi warga sekitar.
Perjuangan tim gabungan dari TNI, Polri, dan BPBD menembus medan berat membuahkan hasil pilu. Saat tim berhasil mencapai titik koordinat pada pukul 15.40 WITA, pemandangan memilukan tersaji di depan mata: bangkai pesawat ditemukan dalam kondisi hancur lebur dilalap api.


Di tengah puing-puing besi yang menghitam, sang pilot, Capt. Hendrick L. Adam, ditemukan masih berada di dalam badan pesawat. Sang kapten gugur dalam tugasnya menjaga nadi energi di perbatasan.

“Kondisi pesawat terbakar hebat saat tim tiba. Evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati hingga akhirnya jenazah korban berhasil dikeluarkan pada pukul 16.00 WITA,” lapor petugas di lokasi kejadian.

Mengingat pesawat tersebut merupakan pengangkut bahan bakar, personel Koramil 0911-06/Krayan dan Polsek setempat langsung melakukan pengamanan ketat. Mereka berjibaku memastikan tidak ada ledakan susulan yang dapat memicu kebakaran hutan lebih luas di wilayah Krayan Timur.
Saat ini, jenazah Capt. Hendrick telah disemayamkan di RS Pratama Krayan, menunggu kepulangan terakhirnya yang dijadwalkan pada Jumat besok. Isak tangis dan duka mendalam menyelimuti langit Nunukan hari ini, melepas kepergian seorang pahlawan logistik udara.
Penyebab pasti kecelakaan maut ini masih dalam penyelidikan mendalam pihak otoritas penerbangan. (*)



