Polisi Myanmar Semakin Brutal, 4 Demonstran Ditembak Mati

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

YANGON – Polisi Myanmar melepaskan tembakan kepada demonstran yang menolak pemerintahan militer di berbagai kota di negara itu. Menurut para dokter dan politisi, aksi brutal polisi ini menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai beberapa lainnya.

Myanmar berada dalam kekacauan sejak tentara merebut kekuasaan dan menahan pemimpin pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi dan sebagian besar petinggi partainya pada 1 Februari.

Kudeta, yang menghentikan langkah tentatif menuju demokrasi setelah hampir 50 tahun pemerintahan militer, telah menarik ratusan ribu orang turun ke jalan dan kecaman dari negara-negara Barat.

“Myanmar seperti medan perang,” kata kardinal Katolik pertama negara mayoritas Buddha itu, Charles Maung Bo, pada Minggu (28/2/2021).

Polisi melepaskan tembakan di berbagai bagian Yangon, setelah granat setrum dan gas air mata gagal membubarkan massa. Baca juga: Polisi Myanmar Bertindak Brutal, Seorang Wanita Dilaporkan Ditembak Mati

Menurut seorang dokter, yang menolak disebutkan namanya, seorang pria meninggal setelah dibawa ke rumah sakit dengan luka tembak di dada.

“Polisi juga melepaskan tembakan di kota selatan Dawei, menewaskan tiga orang dan melukai beberapa lainnya,” kata politisi Myanmar, Kyaw Min Htike.

Media setempat, Irrawaddy melaporkan, satu orang telah terbunuh di kota Mandalay. Sementara badan amal melaporkan dua orang tewas di pusat kota Bago. Polisi dan Dewan Militer yang berkuasa menolak berkomentar mengenai hal ini.(int/sha)

Share.

About Author

Leave A Reply