Facesia.comFacesia.comFacesia.com
Font ResizerAa
  • BERANDA
  • NEWS
    • NASIONAL
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV KALTARA
    • PEMKOT TARAKAN
    • PEMKAB BULUNGAN
    • PEMKAB NUNUKAN
    • PEMKAB MALINAU
    • PEMKAB TANA TIDUNG
  • DPRD
    • DPD RI
    • DPRD KALTARA
    • DPRD TARAKAN
    • DPRD BULUNGAN
    • DPRD NUNUKAN
    • DPRD MALINAU
    • DPRD KTT
  • TNI POLRI
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • FACETIGASI
  • OPINI
  • FACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIAL
Reading:“Rumah Besar”
Share
Font ResizerAa
Facesia.comFacesia.com
  • FACE TV
  • OFFICIAL
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • ADVETORIAL
Search
  • BERANDA
  • NEWS
    • NASIONAL
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV KALTARA
    • PEMKOT TARAKAN
    • PEMKAB BULUNGAN
    • PEMKAB NUNUKAN
    • PEMKAB MALINAU
    • PEMKAB TANA TIDUNG
  • DPRD
    • DPD RI
    • DPRD KALTARA
    • DPRD TARAKAN
    • DPRD BULUNGAN
    • DPRD NUNUKAN
    • DPRD MALINAU
    • DPRD KTT
  • TNI POLRI
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • FACETIGASI
  • OPINI
  • FACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIAL
Follow US
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
© 2025 Facesia.com

“Rumah Besar”

redaksi
redaksi
Published: 19 Oktober 2024
Share
5 Min Read
SHARE

Catatan

H. Rachmat Rolau, praktisi pers Kalimantan Utara

 

PANDANGAN saya tiba-tiba tertarik pada determinasi kalimat “Kaltara Rumah Kita” yang tertulis di kaos yang dikenakan oleh kelompok pendukung salah satu pasangan calon gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) 2024.

 

Periode yang lalu, di Pilkada Kaltara 2020, saat Zainal Arifin Paliwang berpasangan dengan wakilnya Yansen TP, “Kaltara Rumah Kita” menjadi slogan mereka.

 

Di Pilkada Gubernur 2024 ini, kalimat itu muncul lagi. Menariknya, setelah Zainal-Yansen pisah, “Kaltara Rumah Kita” justru diangkat oleh Yansen-Suratno (YESS). Sementara Zainal menggunakan kata, “Ziap” plus “Bersama Kita Tangguh”.

 

Biasanya, sebuah determinasi kata hanya populer satu kali untuk suatu momentum tertentu saja. Tapi kali ini “Kaltara Rumah Kita” kembali diusung oleh (YESS). Lalu saya mulai berpikir, “Kaltara Rumah Kita” ini karya siapa?

 

Sayangnya, untuk mengais asal-usul dan latar-belakang kembalinya slogan ini perlu meminta penjelasan dari sang pemilik kalimat. Mengapa kalimat tersebut masih diusung oleh YESS? Apakah ketika Yansen di periode lalu makna Kaltara sebagai “rumah besar” belum diwujudkan secara sempurna?

 

Sebab, kalau hanya merujuk pada kata “rumah”, tentu tidak terlalu sulit untuk diterjemahkan karena filosofi sebuah rumah itu sederhana saja. Yakni, tempat, di mana di dalamnya dihuni oleh keluarga yang terdiri dari ayah, ibu serta anak-anaknya.

Mereka hidup rukun, damai serta saling melengkapi. Lalu di dalam rumah juga ada aturan sebagai batasan berperilaku. Ada keadilan untuk simbol persamaan hak. Ada kesejahteraan serta jaminan perlindungan keamanan yang merupakan tanggung jawab kedua sosok tersebut.

 

Tetapi “rumah” yang dimaksud Yansen lewat “Kaltara Rumah Kita”, mungkin tidak sesederhana itu. “Kaltara Rumah Kita” tidak bisa hanya diinterpretasi sebagai tempat tinggal belaka. Rumah besar Kaltara tentu jauh lebih kompleks dan mencakup banyak hal sehingga dibutuhkan pemimpin yang kuat, berpengalaman dan sudah teruji, lebih dari sekadar kepala keluarga.

 

Nah, kalau benar “Kaltara Rumah Kita” adalah perumpamaan sebuah pemerintahan, tentu semua sepakat bahwa itulah visi-misi terbaik menuju jalan kesejahteraan. Karena hakikatnya, pemimpin ideal itu bukan meminta preferensi dari masyarakat, melainkan sosok yang lebih mendahulukan kebutuhan warganya di atas kepentingannya sendiri.

 

David Osborne -penulis dan penasihat salah satu presiden Amerika dalam tulisannya: Reinventing Government memverifikasi tanggung jawab pemerintah menjadi dua. Yakni, kesejahteraan dan keamanan.

Kesejahteraan menurut Osborne antara lain; pendidikan dan ekonomi. Pendidikan yang baik ketika pemerintah memberikan kemudahan dan fasilitas pada proses belajar-mengajar bagi semua strata dimulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

 

Kaltara belum termasuk dalam kriteria yang dimaksud itu.

Kualitas pendidikan dan daya saing sumber daya manusia (SDM) warga Kaltara masih di bawah angka rata-rata nasional (versi Google). Inilah juga menjadi tantangan para lulusan sekolah di Kaltara dalam menghadapi persaingan dari luar.

 

Bidang ekonomi pun juga demikian. Ibarat itik kehausan di tengah derasnya air. Ini sekadar tamsilan petani yang secara geografis memiliki potensi lahan pertanian yang sangat luas. Namun potensi tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal. Masyarakat mengelola lahan pertanian sekadar memenuhi kebutuhan keluarganya.

Padahal, provinsi yang merupakan beranda Indonesia ini mestinya menjadi lumbung ketahanan pangan nasional, kalau saja semua potensi sumber daya yang dimiliki dikelola secara profesional. Pada persoalan ini, keterlibatan pemerintah sangat dibutuhkan sebagai pihak yang punya kemampuan meningkatkan produksi pertanian para petani.

 

Saat ini, masih banyak kebutuhan pokok masyarakat Kaltara disuplai dari Jawa dan Sulawesi. Misalnya, beras, sayur-sayuran, dan buah-buahan. Tiga macam komoditas yang didatangkan dari luar itu membuat semua orang bertanya: apakah pertanian di Kaltara terbatas dan tak subur sehingga beras, kol, tomat, cabe, apel, telur ayam dan lainnya harus ‘di-impor’?

 

Kaltara sejatinya menjadi produsen pertanian terbesar bukan konsumen terbesar.

Yansen sebagai birokrat tulen yang sarat pengalaman memimpin Kabupaten Malinau (2011-2021) pasti punya komitmen soal ini. Ia paham cara mengubah potensi sumber daya pertanian yang semula tradisional menjadi sebuah industri pertanian modern dan mandiri. Tentu, lewat panduan “Kaltara Rumah Kita”.

 

John Locke: “Manusia dilahirkan dan hidup bebas dan bersama dalam hak-haknya. Maka demi kesejahteraan bersama, perbedaan sosial tidak dapat dibenarkan”. (***)

Print Friendly, PDF & Email
Total Views:0
Share This Article
FacebookCopy LinkPrint

Pencarian

Berita Terbaru

  • Forest Programme VI Dukung Penguatan SDM Kehutanan di Kaltara28 Juli 2026
  • Lewat Bimtek PLUP, Pemprov Ajak Pemdes dan Masyarakat Susun Tata Kelola Mangrove Berkelanjutan28 Juli 2026
  • FP VI Perkuat Pelestarian Mangrove Berbasis Kearifan Lokal di Desa Liagu28 Juli 2026
  • FP VI Jadi Langkah Dishut Kaltara Jaga Mangrove dan Sejahterakan Warga28 Juli 2026
  • Cegah Stunting Dimulai Sejak Kehamilan, Ini Pesan Rahmawati Zainal28 Juli 2026

Advetorial

Forest Programme VI Dukung Penguatan SDM Kehutanan di Kaltara
ADVETORIALPEMPROV KALTARA
Lewat Bimtek PLUP, Pemprov Ajak Pemdes dan Masyarakat Susun Tata Kelola Mangrove Berkelanjutan
ADVETORIALPEMPROV KALTARA
FP VI Perkuat Pelestarian Mangrove Berbasis Kearifan Lokal di Desa Liagu
ADVETORIALPEMPROV KALTARA
FP VI Jadi Langkah Dishut Kaltara Jaga Mangrove dan Sejahterakan Warga
ADVETORIALPEMPROV KALTARA

Recent Posts

  • Forest Programme VI Dukung Penguatan SDM Kehutanan di Kaltara
  • Lewat Bimtek PLUP, Pemprov Ajak Pemdes dan Masyarakat Susun Tata Kelola Mangrove Berkelanjutan
  • FP VI Perkuat Pelestarian Mangrove Berbasis Kearifan Lokal di Desa Liagu
  • FP VI Jadi Langkah Dishut Kaltara Jaga Mangrove dan Sejahterakan Warga
  • Cegah Stunting Dimulai Sejak Kehamilan, Ini Pesan Rahmawati Zainal

Categories

  • ADVETORIAL
  • Business
  • DPD RI
  • DPRD BULUNGAN
  • DPRD KALTARA
  • DPRD NUNUKAN
  • DPRD TARAKAN
  • EKONOMI
  • FACETIGASI
  • FASHION
  • FOTO
  • GAYA HIDUP
  • Health
  • HUKRIM
  • INFOGRAFIK
  • INTERNASIONAL
  • Lifestyle
  • MULTIMEDIA
  • NASIONAL
  • NEWS
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • PEMKAB BULUNGAN
  • PEMKAB NUNUKAN
  • PEMKAB TANA TIDUNG
  • PEMKOT TARAKAN
  • PEMPROV KALTARA
  • POLITIK
  • Smart Watch
  • Sports
  • TEKNOLOGI
  • TNI POLRI
  • Travel
  • VIDEO
  • WISATA

Berita Terhangat

POLITIK

PPP Kota Tarakan Gelar Muscab III, Muhammad Hatta Targetkan Rebut Kembali Kursi Dapil Barat

16 Mei 2026
POLITIK

PKB Kaltara Gelar Muscab Serentak, Herman Tekankan Pentingnya UKK dan Target 2029

9 April 2026
NEWSPOLITIK

Gelar Buka Puasa Bersama, Ibrahim Ali Tekankan Semangat “PAN Bantu Rakyat” dan Konsolidasi Kader di Kaltara

10 Maret 2026
NEWSPOLITIK

Lawan Abrasi, Gerindra Tarakan Gelar Kerja Bakti dan Penanaman Pohon di Pesisir Pantai Amal

8 Februari 2026
PreviousNext
Facesia.comFacesia.com
© 2025 Facesia.com
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?