Stimulus PEN, Rehabilitasi 600 Ha Hutan Mangrove

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

 

TANA TIDUNG – Kelompok Tani Hutan (KTH) Pemuda Tani Kabupaten Tana Tidung (KTT) melakukan rehabilitasi atau pelestarian hutan mangrove dengan menaman 1,2 juta pohon untuk lahan 600 Ha. Hal ini diungkapkan Sulaiman S.Kom, Ketua KTH Pemuda Tani KTT.

Sulaiman menjelaskan, penanaman pohon mangrove ini sebagai program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) melalui BPDAS HL Mahakam Berau dibawah naungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Program ini pun baru berjalan tahun ini.

PENGHIJAUAN: Nani Hendiarti, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi beserta Kepala BPDASHL Mahakam Berau Ir Sudaryanto, M.Si saat melakukan penanaman pohon mangrove.

“Untuk saat ini kami sudah menyiapkan lahan sebesar 600 Ha yang terdiri dari 250 Ha lahan pantai atau pola tanamnya intensif dan 350 Ha lahan yang pola tanamannya silvofishery,” jelasnya.

Dalam dua bulan ini, lanjut Sulaiman, pihaknya telah melakukan penanaman dengan melibatkan sekitar 599 orang masyarakat sekitar untuk menanam 1,2 juta pohon. “Alhamdulillah penanaman ini sudah selesai sekitar 90 persen,”ujarnya.

Sulaiman menilai, dengan adanya program PEN dari pusat ini pun memberikan banyak manfaat untuk masyarkat sekitar. Selain untuk melestarikan lingkungan juga masyarakat mendapatkan penghasilan dari penanaman pohon ini.

“Anggaran semua include dari pusat. Ada peningkatan ekonomi masyarakat selama penanaman mangrove ini, ekonomi masyarakat sangat terbantukan. Masyarakat yang tergabung dalam KTH Pemuda Tani sebagian besar nelayan, mereka juga sadar, ini sangat penting untuk pelestarian alam,” beber Sulaiman.

Menurutnya, kerusakan lingkungan dialiran sungai sudah mulai terasa bagi nelayan tangkap. Hasil yang mereka peroleh belakangan ini sangat berkurang dari tahun sebelumnya. Maka dari itu, pemerintah mulai memikirkan untuk merehab aliran sungai karena kerusakan lingkungan.

“Untuk luasan penanaman tahun ini fokus untuk 600 Ha saja. Kami berharap kedepan akan ada lagi penambahan dari pemerintah untuk melestarikan hutan. Masyarakat juga berharap tingkat keberhasilan dari program ini mencapai 100 persen,” harapnya.

Kepala BPDAS HL Mahakam Berau, Ir. Sudaryanto M.Si memberikan apresiasi terharap penanaman pohon yang telah dilakukan oleh kelompok tani ini.

“Alhamdulillah, kami ke KTT untuk melihat langsung tanaman mangrove dimana target awal di sini 300 Ha ternyata luar biasa antusias dari masyarakat bisa terealisasi 600 Ha. Kami telah melihat hasil tanaman mereka, mudah-mudahan bisa berhasil dan tujuan kami untuk mensupport masyarkat dan juga mereka mendapatkan penghasilan di tengah kondisi pandemi covid-19,” ujarnya.

TINJAU LAPANGAN: Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Nani Hendiarti meninjau langsung penanaman pohon di Kabupaten Tana Tidung.

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Nani Hendiarti menuturkan, Kemenko Marves (maritim dan investasi) sedang menyiapkan road map untuk pengolahan mangrove secara garis besar. Strategi besar yang dimaksud mencakup 5 aspek.

“Mulai dari one mangrove data, pengelolaan, pendanaan, peraturan dan kelembagaan. Ini berkelanjutan terkait dengan arahan dari menkomarves dan juga dari menteri LHK,” jelasnya.

Saat ini, KLHK sedang menyiapkan program prioritas untuk rehabilitasi mangrove secara nasional dalam 4 tahun kedepan seluas 637 ribu Ha yang tersebar diseluruh Indonesia.

“Salah satunya lokasi di KTT ini untuk Stimulus Pemulihan Ekonomi Nasional, dimana kementerian LHK telah melakukan program penanaman mangrove seluas 300 Havmenjadi 600 Ha dengan melibatkan kelompok tani hutan dengan 5 desa. Ini termasuk sukses di lapangan,” tuturnya.

“Kami juga dialog dengan petani mengenai kesulitan dan harapan dari mereka. Intinya dari petani merasa terbantu dengan program ini. Untuk tindak lanjut kedepan, akan didiskusikan dengan pemerintah daerah agar melakukan kolaborasi untuk kelanjutannya, serta dengan kerjasama melalui CSR. Intinya program mangrove memberikan banyak manfaat. Bukan hanya untuk masyarakat tapi juga lingkungan yang akan menjadi lebih baik pulih kembali,” ungkapnya. (sha)

Share.

About Author

Leave A Reply