Tarakan Ditetapkan PPKM, Ini Kata Walikota

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

TARAKAN – Pemerintah pusat akhirnya menetapkan sejumlah daerah menerapkan PPKM diluar Pulau Jawa-Bali. Salah satu daerah yang terdampak pemberlakukan PPKM, yakni Kota Tarakan. Untuk wilayah Kalimantan Utara, penerapan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) tidak hanya Kota Tarakan, tetapi juga Kabupaten Nunukan dan Kabupaten Bulungan.

Penerapan PPKM level IV menunjukkan sebanyak 45 kabupaten/kota dari 21 provinsi di Indonesia yang masuk dalam daftar pemberlakukan tersebut.  Pemberlakuan PPKM Level IV akan dilaksanakan mulai dari tanggal 25 Juli sampai 8 Agustus 2021.

Walikota Tarakan, dr. Khairul M.Kes saat ditemui awak media di ruang serbaguna Pemkot Tarakan, belum lama ini.

Sebelumnya, Walikota Tarakan, dr Khairul M.Kes mengungkapkan, berencana tidak memerlakukan tahapan PPKM. Hal itu bukan tanpa alasan. Menurut dia, situasi Kota Tarakan dapat dikendalikan hanya menggunakan protokol kesehatan (Prokes) yang sudah diatur oleh Pemerintah Kota Tarakan.

“Kalau kita melakukan lagi pembatasan, artinya kan pembatasan itu juga tidak bisa mengamankan secara penuh. Jadi, kalau saya sih ini akan turun naik saja. Kemarin kan saya dapat kabar juga agak turun kasusnya. Dan terlihat range perubahannya, nanti kan menghabiskan energi lagi untuk persoalan yang tidak jelas,” ungkapnya kepada awak media saat ditemui di Kantor Pemkot Tarakan usai menggelar rapat.

Khairul menegaskan, memerlakukan PPKM tentunya akan berdampak luas di masyarakat. Dirinya tentu memertimbangkan kondisi kebutuhan pengusaha, pekerja, dan masyarakat pada umumnya tidak menginginkan diberlakukannya PPKM di Kota Tarakan. Namun pelaksanaan PPKM tetap akan dilakukan jika hal itu merupakan keputusan pemerintah pusat.

“Kecuali kalau dipaksa dari pusat untuk diterapkan PPKM, baru saya berlakukan. Kalau saat ini saya rasa tidak perlu,” tegasnya.

Khairul meminta agar masyarakat Kota Tarakan tetap tenang dan beraktivitas seperti biasanya. Dengan begitu, kata dia, tingkat imun tubuh tidak menurun sehingga tidak mengganggu mental masyarakat di masa pandemi Covid-19.

“Jangan terlalu parno (Ketakutan berlebihan, Red.) dan mengharapkan agar masyarakat tetap hidup Normal sehingga imun dan kesehatan mental, serta fisik juga bisa naik terus,” tutupnya. (*/abi) 

Share.

About Author

2 Komentar

Leave A Reply