TARAKAN – Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., secara resmi melepas keberangkatan 186 Jemaah Calon Haji asal Kota Tarakan tahun 2026 dalam sebuah seremoni khidmat yang digelar di Gedung Serbaguna pada Selasa (28/4/2026).


“Kesempatan menunaikan ibadah haji merupakan anugerah yang tidak semua orang dapatkan,” ujar Khairul saat memberikan sambutan di hadapan ratusan jemaah yang tampak antusias mengikuti prosesi pelepasan tersebut.


Ratusan jemaah haji ini dijadwalkan akan mulai bertolak menuju embarkasi Balikpapan pada 4 Mei 2026 mendatang sebagai langkah awal sebelum terbang langsung menuju Tanah Suci. Terkait kesiapan tersebut, Wali Kota menekankan pentingnya aspek istithaah atau kemampuan komprehensif dari setiap individu yang berangkat.


“Para jemaah diharapkan dapat mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, terutama dalam hal istithaah atau kemampuan, baik fisik maupun mental,” tuturnya.


Momen keberangkatan tahun ini terasa sangat spesial bagi sang Wali Kota karena dirinya secara pribadi juga terdaftar sebagai salah satu calon jemaah yang akan berangkat. Khairul mengungkapkan rasa syukurnya karena penantian panjang selama belasan tahun untuk memenuhi rukun Islam kelima akhirnya membuahkan hasil.


“Saya turut menjadi bagian dari jemaah haji tahun ini setelah menunggu selama kurang lebih 13 tahun sejak mendaftar,” ungkapnya dengan nada haru.
Dalam arahannya, Khairul juga menitipkan pesan mendalam agar seluruh jemaah menjaga martabat daerah maupun negara selama berada di Arab Saudi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan. Ia mengingatkan bahwa setiap jemaah adalah representasi dari wajah Indonesia di mata internasional.
“Saya berpesan kepada seluruh jemaah untuk senantiasa menjaga nama baik bangsa dan daerah dengan menunjukkan sikap, perilaku, serta adab yang baik sejak keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah,” tegas Khairul.
Menutup rangkaian sambutannya, Wali Kota memberikan imbauan praktis mengenai manajemen kesehatan mengingat durasi ibadah yang cukup panjang dengan kondisi cuaca yang berbeda dari tanah air. Para jemaah diminta untuk tidak memaksakan diri dan mengelola energi dengan bijak agar seluruh rukun haji dapat ditunaikan tanpa kendala kesehatan yang berarti. “Mengingat pelaksanaan ibadah haji berlangsung selama kurang lebih 40 hari, saya mengimbau para jemaah untuk menjaga stamina dengan memperbanyak istirahat serta menjaga kesehatan agar dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan optimal,” pungkasnya. (*)



