TARAKAN – Universitas Terbuka Tarakan menggelar seminar akademik bertemakan “Membangun SDM Berdaya Saing, Kolaboratif, dan Berwawasan Tanpa Batas” di Gedung Convention Hall, Jumat (18/8/2023) pagi tadi. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan wisuda yang akan digelar pada Sabtu (19/8/2023) besok.

Wakil Gubernur Kaltara Yansen TP menjadi salah satu narasumber yang sekaligus mengisi kuliah umum dalam kegiatan seminar tersebut. Kegiatan ini turut dihadiri Rektor Universitas Terbuka, Prof. Ojat Darojat.
Yansen TP memberikan apresiasi kepada UT sebagai lembaga yang menunjukkan kiprah memenuhi kebutuhan atau penyedia pendidikan bagi anak bangsa.


“Selama ini ada keterbatasan dalam hal kemampuan daya jangkau untuk melanjutkan perguruan tinggi (PT) terlebih kepada masyarakat yang tinggal di pelosok,” ungkapnya saat press rilis.

Wakil Gubernur Kaltara ini menyebutkan, untuk mengenyam pendidikan diperguruan tinggi membutuhkan ruang, waktu, tenaga dan biaya serta ada keterbatasan.

“Namun, UT hadir dengan menyediakan kesempatan mendapat pendidikan. Dalam hal ini, di mana pun kita berada,kita bisa belajar sepanjang ada konektivitas internet. Ini sangat baik sekali, ke depan sangat dibutuhkan dan dimaksimalkan,” kata Yansen.
Di Kaltara, lanjut Yansen, terdapat banyak wilayah perbatasan sehingga calon mahasiswa sulit ke kampus. Namun dengan adanya kemudahan ini, semua bisa kuliah dari wilayah terpencil masing-masing.

“UT menjawab kebutuhan masyarakat,” tuturnya.
Dengan terbukanya kesempatan belajar, menurut Yansen, akan membanggakan daerah, semakin banyak tenaga terdidik karena kompetensi mereka terpenuhi. Mengenai kualitas, dengan adanya ilmu dan pengetahuan bisa mengembangkan kualitas.
“Harapan kita UT lebih giat lagi, ini kesempatan sekarang, kesempatan menentukan. UT memaksimalkan yang ada, menjawab kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Dipaparkan Yansen, dari sisi persentase masyarakat mendapat pendidikan terbatas, tidak lebih dari 50 ribu baik diploma I, II, III, S1 dan S2, tidak lebih 20.000 orang. Ini merupakan tantangan global.
“Paling tidak melihat dari sisi data kependudukan 700.000 orang, data produktif diperkirakan 50 persen dari data kependudukan Kaltara artinya ada 400.000 orang yang produktif dan bisa terdidik,” jelasnya.
“Hari ini SMA itu sekitar 150.000-an orang, kalau dihitung, katakanlah 150.000-an, yang terdidik itu 200.000 orang yang melanjutkan jenjang lebih tinggi,” paparnya lagi mengestimasikan berdasarkan perkiraan jumlah penduduk di Kaltara.
Bukan berarti angka akademis menurunkan nilai SDM. Pemerintah tidak bisa sepenunya mencerdaskan bangsa.
“Kita berharap UT bekerja sama semua dengan kabupaten kota, bekerja sama mendorong daerah, mendorong masyarakat belajar. UT bisa mempresentasi kesempatan kerja dengan cara memberikan peluang belajar melanjutkan ke jenjang tinggi,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor Prof. Ojat Darojat ikut menyampaikan bahwa tren peningkatan jumlah khususnya di Kaltara terus mengalami perubahan.
“Semakin meningkat, dan segmen pasar berubah dari generasi orangtua sekarang ke anak-anak milenial, anak SLTA banyak melanjutkan ke UT. Artinya semakin banyak dicintai milenial,” ungkapnya.
Dijelaskan Prof Ojat Darojat, setiap tahunnya ada sekitar 500 mahasiswa dari total 800 secara keseluruhan. Khusus mahasiswa Kaltara berjumlah sekitar 6.200 orang.
“Ada peningkatan 20 persen setiap tahun. Se-Indonesia sekitar 450.000 orang sampai semester ini. Jurusan paling diminati FHISIP dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis seperti manajemen ekomoni, akuntansi dan juga jurusan Hukum banyak polisi kuliah di UT,” bebernya.
Ia juga menyebutkan, selain mahasiswa dalam negeri ada juga mahasiswa dari luar negeri yang berasal dari 50 negara.
“Ada 3.500 mahasiswa UT yang terdaftar dari luar negeri. Rata-rata bekerja atau ikut orang tua,”pungkasnya.(sha)



