Facesia.comFacesia.comFacesia.com
Font ResizerAa
  • BERANDA
  • NEWS
    • NASIONAL
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV KALTARA
    • PEMKOT TARAKAN
    • PEMKAB BULUNGAN
    • PEMKAB NUNUKAN
    • PEMKAB MALINAU
    • PEMKAB TANA TIDUNG
  • DPRD
    • DPD RI
    • DPRD KALTARA
    • DPRD TARAKAN
    • DPRD BULUNGAN
    • DPRD NUNUKAN
    • DPRD MALINAU
    • DPRD KTT
  • TNI POLRI
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • FACETIGASI
  • OPINI
  • FACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIAL
Reading: Anak-anak Terancam Jadi Buruh Selama Pandemi
Share
Font ResizerAa
Facesia.comFacesia.com
  • FACE TV
  • OFFICIAL
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • ADVETORIAL
Search
  • BERANDA
  • NEWS
    • NASIONAL
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV KALTARA
    • PEMKOT TARAKAN
    • PEMKAB BULUNGAN
    • PEMKAB NUNUKAN
    • PEMKAB MALINAU
    • PEMKAB TANA TIDUNG
  • DPRD
    • DPD RI
    • DPRD KALTARA
    • DPRD TARAKAN
    • DPRD BULUNGAN
    • DPRD NUNUKAN
    • DPRD MALINAU
    • DPRD KTT
  • TNI POLRI
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • FACETIGASI
  • OPINI
  • FACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIAL
Follow US
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Policy
  • Redaksi
  • Karir
© 2025 Facesia.com

Anak-anak Terancam Jadi Buruh Selama Pandemi

redaksi
redaksi
Published: 21 September 2020
Share
2 Min Read
Redwan (7) bekerja di sebuah pabrik balon di pinggiran kota Dhaka, Bangladesh.
SHARE

NEW DELHI – Anak-anak terancam dipekerjakan jadi buruh dan risiko mereka terjebak dalam jerat perbudakan meningkat selama pandemi COVID-19. Hal ini dikatakan Peraih Nobel Perdamaian, Kailash Satyarthi, sebagaimana dipantau Senin.

Satyarthi merupakan seorang warga India yang selama 40 tahun mengabdikan dirinya menolong korban perbudakan dan perdagangan manusia.

Satyarthi khawatir seluruh usahanya akan sia-sia mengingat adanya pandemi menyebabkan perekonomian terpuruk sehingga menjadikan anak-anak rentan dipekerjakan oleh industri demi menekan ongkos produksi.

“Ancaman terbesar yang kita hadapi, jutaan anak-anak kemungkinan kembali terjebak dalam jerat perbudakan, perdagangan orang, pekerja anak, dan pernikahan anak-anak,” kata Satyarthi, yang menerima Hadiah Nobel Perdamaian pada 2014 karena ia berusaha menghentikan perdagangan anak dan pekerja anak-anak di India.

Kebijakan karantina dan pembatasan akibat COVID-19 menyebabkan perekonomian di banyak negara, termasuk di India, terpuruk. Akibatnya, jutaan orang terjun dalam jurang kemiskinan sehingga memaksa para orang tua memaksa anak-anaknya ikut bekerja.

Menurut Organisasi Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF), jumlah pekerja anak di India berkurang sampai 10,1 juta jiwa selama beberapa tahun terakhir, tetapi masih ada beberapa dari mereka yang jadi korban.

Di banyak wilayah India, anak-anak dapat ditemukan bekerja di ragam jenis industri, antara lain di pabrik pembakaran batu bata, pabrik karpet, garmen, sektor domestik, pertanian, perikanan dan pertambangan.

Organisasi buatan Satyarthi, yang didukung oleh kepolisian, bulan lalu menyelamatkan puluhan anak perempuan saat aparat keamanan menggeledah tempat pengolahan udang di wilayah barat India.

“Sekali anak-anak itu jatuh pada jebakan, mereka dapat dipaksa jadi pekerja seksual, dan diselundupkan dengan mudah. Ini ancaman lain yang harus segera diantisipasi pemerintah,” kata dia.

Satyarthi menambahkan ia meyakini kekerasan seksual terhadap anak-anak juga meningkat selama pandemi.

“Saya tidak akan berhenti meskipun tersisa satu orang anak yang masih jadi korban perbudakan … artinya ada yang salah dengan pemerintah, ekonomi, dan di masyarakat, kita harus memastikan tidak ada satu orang anak pun yang tertinggal,” kata Satyarthi.(sha)

Print Friendly, PDF & Email
Share This Article
Facebook Copy Link Print

Pencarian

Berita Terbaru

  • Tani Merdeka Indonesia Kota Tarakan Resmi Dilantik, Fokus pada Kesejahteraan Petani dan Ketahanan Pangan 16 Januari 2026
  • Sambangi Kandang Ayam di Pelosok Bulungan, Kapolda Kaltara Dorong Kemandirian Pangan Desa 15 Januari 2026
  • Pastikan Keamanan Investasi, Kapolda Kaltara Motoran Tembus Jalur Poros demi Sambangi PT Kayan Plantation 15 Januari 2026
  • Ditsamapta Polda Kaltara Gelar Patroli Dialogis, Warga Rasakan Aman di Malam Hari 14 Januari 2026
  • Evaluasi Beasiswa Kaltara Unggul dan Insentif Guru, DPRD Kaltara Dorong Pembahasan di Badan Anggaran 14 Januari 2026

Advetorial

PT PRI Bekali Mahasiswa UBT di Acara Seminar K3 
ADVETORIAL
MODENA Perkenalkan Chest Freezer Terbaru, Solusi Andal untuk Berbagai Sektor Usaha
ADVETORIAL
PRI Peduli: Gelar Pengobatan Gratis dan Bagikan Bingkisan Natal
ADVETORIAL
Perayaan Nataru di Gereja HKBP Tarakan Berlangsung Semarak, Gubernur Ajak Warga Kaltara Tingkatkan Toleransi dan Kerjasama
ADVETORIAL

Berita Terhangat

INTERNASIONALNEWS

Heboh Peta Timur Tengah Baru yang Diusulkan Israel, Seperti Apa?

11 Oktober 2024
INTERNASIONAL

Perang Dagang Indonesia Vs Uni Eropa 2021

3 Agustus 2021
INTERNASIONAL

Kekasih Tercinta Tewas Ditembak, Demonstran Myanmar Sumpah Lanjutkan Perlawanan

9 Maret 2021
INTERNASIONAL

Meghan Sebut Kerajaan Inggris Tolak Jadikan Anaknya Pangeran

9 Maret 2021
Previous Next
Facesia.comFacesia.com
© 2025 Facesia.com
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Policy
  • Redaksi
  • Karir
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?