TARAKAN – Sektor pertanian dan perikanan merupakan tulang punggung perekonomian Kalimantan Utara (Kaltara). Untuk mendukung sektor ini, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar Forum Group Discussion (FGD) Optimalisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Tarakan.

Kepala Perwakilan BI Kaltara, Hasiando G. Manik, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Kaltara, khususnya di sektor pertanian dan perikanan, melalui pembiayaan KUR. Selain itu, FGD ini juga bertujuan untuk mengurangi kesenjangan informasi antara petani dan nelayan dengan perbankan terkait proses pengajuan KUR.
“Sumber pembiayaan yang ada di perbankan merupakan dana yang dihimpun dari masyarakat dan disalurkan kembali dalam bentuk kredit. Oleh karena itu, kredit tersebut harus dikembalikan atau dicicil, meskipun dengan bunga yang relatif rendah karena bunga KUR yang mendapatkan subsidi pemerintah,” ujar Hasiando.

Sementara itu, Deputi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Dr. Ferry Irawan, mengungkapkan bahwa hingga akhir Februari 2024, total penyaluran KUR di Kaltara telah mencapai Rp 122,8 miliar kepada 1.644 debitur. Kabupaten Nunukan menjadi daerah dengan realisasi KUR terbesar, yaitu Rp 49,2 miliar.
“Berdasarkan sektor ekonomi, sektor perdagangan menjadi penerima KUR terbesar dengan total Rp 50,8 miliar, disusul sektor pertanian sebesar Rp 30,8 miliar, dan sektor perikanan Rp 14,5 miliar,” jelas Ferry.
Pemerintah juga terus mendukung peningkatan produktivitas pertanian melalui skema Kredit Usaha Alat dan Mesin Pertanian (Kredit Alsintan) dan lembaga asuransi yang dapat menjadi penjamin di sektor pertanian dan perikanan.
“Pengajuan KUR juga dapat dilengkapi dengan asuransi kredit, yang dapat dimanfaatkan petani dan nelayan untuk mengurangi risiko gagal panen dan kerusakan kapal,” tambah Ferry.
Ditambahkan, Ketua Komisi II DPRD Kaltara, Robenson Tadem, berharap FGD ini dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan perikanan melalui pembiayaan program KUR.
“Kami harap dengan adanya FGD ini semua dapat produktif dengan baik,” jelasnya.
FGD ini dihadiri oleh 60 orang dari kelompok tani dan nelayan se-Kaltara, serta pimpinan perbankan se-Kaltara. Kegiatan ditutup dengan diskusi antara petani, nelayan, dan perbankan terkait informasi teknis penyaluran KUR yang transparan dan akuntabel. (nri)



