Facesia.comFacesia.comFacesia.com
Font ResizerAa
  • BERANDA
  • NEWS
    • NASIONAL
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV KALTARA
    • PEMKOT TARAKAN
    • PEMKAB BULUNGAN
    • PEMKAB NUNUKAN
    • PEMKAB MALINAU
    • PEMKAB TANA TIDUNG
  • DPRD
    • DPD RI
    • DPRD KALTARA
    • DPRD TARAKAN
    • DPRD BULUNGAN
    • DPRD NUNUKAN
    • DPRD MALINAU
    • DPRD KTT
  • TNI POLRI
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • FACETIGASI
  • OPINI
  • FACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIAL
Reading: Harga SSH Tarakan Dinilai Terlalu Rendah, DPRD Dorong Peninjauan Ulang
Share
Font ResizerAa
Facesia.comFacesia.com
  • FACE TV
  • OFFICIAL
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • ADVETORIAL
Search
  • BERANDA
  • NEWS
    • NASIONAL
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV KALTARA
    • PEMKOT TARAKAN
    • PEMKAB BULUNGAN
    • PEMKAB NUNUKAN
    • PEMKAB MALINAU
    • PEMKAB TANA TIDUNG
  • DPRD
    • DPD RI
    • DPRD KALTARA
    • DPRD TARAKAN
    • DPRD BULUNGAN
    • DPRD NUNUKAN
    • DPRD MALINAU
    • DPRD KTT
  • TNI POLRI
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • FACETIGASI
  • OPINI
  • FACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIAL
Follow US
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
© 2025 Facesia.com

Harga SSH Tarakan Dinilai Terlalu Rendah, DPRD Dorong Peninjauan Ulang

redaksi
redaksi
Published: 28 Juni 2025
Share
2 Min Read
SHARE

TARAKAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tarakan menilai harga dalam Standar Satuan Harga (SSH) saat ini terlalu rendah dan perlu ditinjau ulang.

 

Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua I DPRD Kota Tarakan, Herman Hamid, usai rapat pembahasan SSH yang terpaksa ditunda karena absennya Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sebagai pihak kunci, Kamis (26/6/2025).

 

Menurut Herman, harga satuan di Tarakan dinilai kalah bersaing jika dibandingkan dengan daerah lain seperti Provinsi Kalimantan Utara maupun Kabupaten Bulungan.

 

“Yang kita dapat baik harga di provinsi maupun di Bulungan, itu mereka harganya lebih bagus,” ujarnya, Jumat (27/6/2025).

 

DPRD, kata dia, tidak memaksakan harga di luar ketentuan, namun menekankan pentingnya menyusun harga berdasarkan batas maksimal yang diperbolehkan oleh regulasi. Ia mencontohkan harga semen yang hanya mengalami kenaikan tipis.

 

“Kalau memang aturan maksimal bisa sampai harga semen di angka 80 ribuan, kenapa tidak dipasang di angka 80 ribu? Kenapa cuma seribu rupiah penambahannya? Itu loh yang menjadi pertemuan DPR dengan pemerintah,” tegasnya.

 

Pertemuan tersebut dihadiri oleh sejumlah perwakilan dari dinas terkait, di antaranya Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim), perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), BPKAD bagian aset, serta Disperindagkop. Selain itu, enam asosiasi konsultan turut diundang untuk memberikan masukan.

 

Dari hasil diskusi bersama para konsultan, Herman mengungkapkan bahwa mereka sepakat harga di Tarakan memang terlalu ditekan. “Terlalu sakit,” katanya.

 

Ia mengkhawatirkan kondisi ini bisa berdampak langsung terhadap kualitas proyek-proyek yang dikerjakan.

 

“Kami berpikir kalau harga terlalu sakit itu bisa berdampak kepada kualitas output dan pekerjaan. Takutnya mereka mengurangi kualitas demi menghindari kerugian,” tutupnya.

 

DPRD akan terus mengawal proses peninjauan ulang ini agar tidak hanya berlandaskan aturan, tetapi juga realistis dengan kondisi lapangan serta menjamin kualitas hasil pekerjaan pembangunan di Tarakan. (pra)

Print Friendly, PDF & Email
Total Views: 0
Share This Article
Facebook Copy Link Print

Pencarian

Berita Terbaru

  • Grasstrack Kembali Digelar di Tarakan Setelah 7 Tahun Vakum, Jufri Budiman puji Dampak Ekonomi dan Penjaringan Atlet 19 September 2026
  • Tampil Impresif, Jufri Budiman Sabet Juara 1 Kelas Eksekutif Grasstrack 2026 19 September 2026
  • Pria 41 Tahun di Selumit Ditangkap Polisi, Diduga Simpan Sabu di Saku Baju 17 September 2026
  • Pemprov Pastikan Pembayaran Gaji ASN Tetap Sesuai Aturan 16 September 2026
  • 86 ASN Ikuti Ujian Dinas dan UPKP Kaltara 2026 16 September 2026

Advetorial

Kaltara Dorong Dunia Usaha Tumbuh Tanpa Abaikan Lingkungan
ADVETORIAL PEMPROV KALTARA
Hadapi Polusi Asap Karhutla, Warga Kaltara Diimbau Pakai Masker Berfiltrasi Tinggi
ADVETORIAL PEMPROV KALTARA
Malam di Tepian Kayan, Gubernur Ikut Gowes Bareng Ratusan Warga
ADVETORIAL PEMPROV KALTARA
Pemprov Ingatkan Warga Waspadai Karhutla di Tengah Cuaca Ekstrem
ADVETORIAL PEMPROV KALTARA

Recent Posts

  • Grasstrack Kembali Digelar di Tarakan Setelah 7 Tahun Vakum, Jufri Budiman puji Dampak Ekonomi dan Penjaringan Atlet
  • Tampil Impresif, Jufri Budiman Sabet Juara 1 Kelas Eksekutif Grasstrack 2026
  • Pria 41 Tahun di Selumit Ditangkap Polisi, Diduga Simpan Sabu di Saku Baju
  • Pemprov Pastikan Pembayaran Gaji ASN Tetap Sesuai Aturan
  • 86 ASN Ikuti Ujian Dinas dan UPKP Kaltara 2026

Categories

  • ADVETORIAL
  • Business
  • DPD RI
  • DPRD BULUNGAN
  • DPRD KALTARA
  • DPRD NUNUKAN
  • DPRD TARAKAN
  • EKONOMI
  • FACETIGASI
  • FASHION
  • FOTO
  • GAYA HIDUP
  • Health
  • HUKRIM
  • INFOGRAFIK
  • INTERNASIONAL
  • Lifestyle
  • MULTIMEDIA
  • NASIONAL
  • NEWS
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • PEMKAB BULUNGAN
  • PEMKAB NUNUKAN
  • PEMKAB TANA TIDUNG
  • PEMKOT TARAKAN
  • PEMPROV KALTARA
  • POLITIK
  • Smart Watch
  • Sports
  • TEKNOLOGI
  • TNI POLRI
  • Travel
  • VIDEO
  • WISATA

Berita Terhangat

DPRD TARAKAN

Dukung Kesejahteraan Nelayan, Rahmat Suparman Salurkan Bantuan Alat Tangkap

1 September 2026
DPRD TARAKAN

DPRD Tarakan Desak Pemkot Hentikan Penertiban Lapak Pantai Amal Sebelum Juknis Diterbitkan

14 Agustus 2026
DPRD TARAKAN

DPRD Tarakan Minta Pertamina dan Pusat Perjelas Status Lahan WKP dan Sumur Minyak Tak Aktif

11 Agustus 2026
DPRD TARAKAN

Komisi I DPRD Tarakan Minta BPN Atensi Pengajuan Sertifikat Lahan Warga Mamburungan

11 Agustus 2026
Previous Next
Facesia.comFacesia.com
© 2025 Facesia.com
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?