Facesia.comFacesia.comFacesia.com
Font ResizerAa
  • BERANDA
  • NEWS
    • NASIONAL
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV KALTARA
    • PEMKOT TARAKAN
    • PEMKAB BULUNGAN
    • PEMKAB NUNUKAN
    • PEMKAB MALINAU
    • PEMKAB TANA TIDUNG
  • DPRD
    • DPD RI
    • DPRD KALTARA
    • DPRD TARAKAN
    • DPRD BULUNGAN
    • DPRD NUNUKAN
    • DPRD MALINAU
    • DPRD KTT
  • TNI POLRI
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • FACETIGASI
  • OPINI
  • FACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIAL
Reading: Tolak Harga PT PRI, Warga Tarakan ‘Kunci’ Harga Lahan Rp500 Ribu per Meter, Mediasi DPRD Buntu
Share
Font ResizerAa
Facesia.comFacesia.com
  • FACE TV
  • OFFICIAL
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • ADVETORIAL
Search
  • BERANDA
  • NEWS
    • NASIONAL
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV KALTARA
    • PEMKOT TARAKAN
    • PEMKAB BULUNGAN
    • PEMKAB NUNUKAN
    • PEMKAB MALINAU
    • PEMKAB TANA TIDUNG
  • DPRD
    • DPD RI
    • DPRD KALTARA
    • DPRD TARAKAN
    • DPRD BULUNGAN
    • DPRD NUNUKAN
    • DPRD MALINAU
    • DPRD KTT
  • TNI POLRI
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • FACETIGASI
  • OPINI
  • FACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIAL
Follow US
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Policy
  • Redaksi
  • Karir
© 2025 Facesia.com

Tolak Harga PT PRI, Warga Tarakan ‘Kunci’ Harga Lahan Rp500 Ribu per Meter, Mediasi DPRD Buntu

redaksi
redaksi
Published: 29 Oktober 2025
Share
3 Min Read
SHARE

TARAKAN – Wakil Ketua DPRD Kota Tarakan, Edi Patanan, menyampaikan hasil kunjungan lapangan dan pertemuan pasca-Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait masalah lahan pertanian warga yang terdampak limbah perusahaan PT PRI di Juata Permai. Kunjungan pada 29 Oktober 2025 ini merupakan tindak lanjut dari RDP sebelumnya.



Edi Patanan mencatat beberapa temuan di lapangan yang menjadi penyebab utama meluapnya air dan merusak lahan pertanian warga yaitu adanya penutupan parit atau sungai di beberapa titik. Terjadi penyempitan jembatan/drainase yang dulunya lebar kini menjadi kecil.

“Kemudian ada bebebrapa patok-patok yang masih tertancap di dalam sungai yang menghambat aliran air,” jelasnya.



Menurut Edi, masalah-masalah tersebut menyebabkan air tidak mengalir lancar dari hulu ke hilir hingga ke laut, sehingga air meluap ke lahan warga dan menyebabkan tanaman masyarakat mati semua.



Setelah kunjungan lapangan, DPRD bersama Pemerintah Kota Tarakan memfasilitasi rapat antara pihak PT PRI dengan masyarakat untuk mencari solusi terbaik. Namun, rapat ini berakhir buntu karena kedua belah pihak tidak mencapai kesepakatan.

“Dalam pertemuan ini kita tidak menyepakati apa yang diinginkan oleh kedua belah pihak, jadi buntu. Pertemuan pada saat ini tidak ada solusinya, solusi yang kita tawarkan malah tidak diterima oleh masyarakat,” terang Edi Patanan.

Salah satu persoalan utama yang mengganjal adalah masalah harga lahan. Terdapat wacana atau rencana dari PT PRI untuk membeli lahan masyarakat sebagai upaya pengembangan investasi perusahaan.

Namun, masyarakat mematok harga Rp500.000 per meter sesuai dengan surat kesepakatan yang telah ditandatangani. Akan tetapi, PT PRI menyatakan keberatan dengan harga yang ditawarkan oleh masyarakat.

Untuk mengatasi kebuntuan ini, DPRD dan Pemerintah menawarkan solusi melalui tim appraisal (penilai).

Menanggapi rencana warga untuk menutup jalan pada 31 Oktober 2025, Edi Patanan menyampaikan beberapa hal kepada masyarakat. Ia meminta warga membuat surat yang menyatakan bahwa jalan yang dilalui PT PRI adalah betul-betul tanah masyarakat. Hal ini dikarenakan warga mengklaim jalanan tersebut sudah ada sebelum PT PRI beroperasi dan meminta data kepemilikan tanah.

Terkait harga tanah, masyarakat diminta membuat surat kesepakatan dari 32 orang pemilik lahan, memastikan kesepakatan harga Rp500.000 per meter.
“Kami meminta apakah betul semua warga ini sepakat dengan harga tersebut,” ujarnya.

DPRD dan Pemerintah berharap masih ada solusi dalam dua hari tersisa sebelum tanggal 31 Oktober 2025.

“Jika masih buntu, masyarakat diimbau untuk menyerahkan dua catatan tadi (surat klaim jalanan dan surat kesepakatan harga) sebagai bahan dasar. Kemudian jika ada penutupan jalan harus menyurat kepada pihak perusahaan dan kepolisian,” pungkasnya. (Sha)

Print Friendly, PDF & Email
TAGGED:Aksi WargaDPRD TarakanEdi PatananHarga LahanJuata PermaiKebuntuan MediasiKonflik AgrariaLahan Pertanian WargaLimbah PerusahaanPencemaran LingkunganPenutupan JalanPt PRIRDP DPRDSengketa LahanTim Appraisal
Share This Article
Facebook Copy Link Print

Pencarian

Berita Terbaru

  • Wakapolda Kaltara Hadiri Pembukaan Konreg PDRB KASULAMPUA 2026 15 April 2026
  • Kapolda Kaltara Perkuat Sinergi Keamanan dan Ekonomi dalam Kunjungan ke PT PKN 15 April 2026
  • PKB Kaltara Gelar Muscab Serentak, Herman Tekankan Pentingnya UKK dan Target 2029 9 April 2026
  • Dukung Pemerataan Pendidikan, Dandim 0907/Tarakan Dukung Penuh Program BBC Pangdam VI/Mulawarman 7 April 2026
  • Update Rekrutmen Polri 2026: 7.988 Peserta Berebut Kursi Akpol Melalui Jalur Reguler 7 April 2026

Advetorial

PT PRI Bekali Mahasiswa UBT di Acara Seminar K3 
ADVETORIAL
MODENA Perkenalkan Chest Freezer Terbaru, Solusi Andal untuk Berbagai Sektor Usaha
ADVETORIAL
PRI Peduli: Gelar Pengobatan Gratis dan Bagikan Bingkisan Natal
ADVETORIAL
Perayaan Nataru di Gereja HKBP Tarakan Berlangsung Semarak, Gubernur Ajak Warga Kaltara Tingkatkan Toleransi dan Kerjasama
ADVETORIAL

Berita Terhangat

DPRD TARAKAN

Penjelasan Ketua DPRD Tarakan Soal Anggaran 2026: Sesuai UU dan Sudah Diefisiensikan

3 April 2026
DPRD TARAKAN

DPRD Tarakan Bakal Gelar RDP Bahas Pembatalan 300 Sertifikat Tanah di Juata Permai

31 Maret 2026
DPRD TARAKAN

Redam Konflik Akses Jalan di Kampung Satu Skip, Komisi I DPRD Tarakan Kedepankan Upaya Persuasif

16 Maret 2026
DPRD TARAKAN

Gandeng Da’i Nasional, Asrin R. Saleh Siap Gelar Tabligh Akbar dan Buka Puasa Bersama

4 Maret 2026
Previous Next
Facesia.comFacesia.com
© 2025 Facesia.com
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Policy
  • Redaksi
  • Karir
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?