TARAKAN – Ketua Komisi III DPRD Kota Tarakan, Randy Ramadhana Erdian, melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tarakan guna mengevaluasi realisasi pengerjaan Penerangan Jalan Umum (PJU) untuk tahun anggaran 2025, Selasa (6/1/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Randy menyoroti pencapaian signifikan di kawasan Jalan Aki Balak, tepatnya di area belakang runway bandara. Wilayah yang selama bertahun-tahun gelap tersebut kini telah terpasang lampu jalan berkat koordinasi intensif antara Pemerintah Kota Tarakan, Dishub, dan Otoritas Bandara di Balikpapan.
“Alhamdulillah, Aki Balak yang sudah bertahun-tahun diusulkan namun belum terealisasi, hari ini sudah terpasang. Total ada 15 titik di sana, meski dari 8 titik yang membutuhkan persetujuan khusus otoritas bandara, hanya 5 yang disetujui karena pertimbangan keselamatan penerbangan,” ujar Randy.


Terkait progres keseluruhan tahun 2025, Randy menyebutkan bahwa realisasi fisik telah mencapai 98% hingga 100% untuk pemasangan tiang. Sisanya hanya tinggal penyelesaian teknis pemasangan lampu yang ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.

Menatap tahun 2026, Komisi III telah menerima laporan rencana pemasangan 61 titik lampu baru di berbagai lokasi. Berbeda dengan sebelumnya, fokus ke depan akan menggunakan sistem PJU Tenaga Surya (PJUTS).

“Harapan kami di setiap sudut kota hingga ke kampung-kampung bisa terang. Kami memprioritaskan daerah yang selama ini belum tersentuh PJU dengan tetap memperhatikan efisiensi anggaran,” tambahnya.
Soroti Perawatan dan Kekurangan Teknisi
Selain pemasangan baru, Randy juga menekankan pentingnya pemeliharaan (maintenance). Ia meminta Dishub untuk lebih proaktif melakukan inventarisasi lampu yang mati dan mempercepat proses perbaikan.
“Merawat itu seringkali lebih sulit daripada memasang. Kami ingin Dishub lebih intens memperhatikan kondisi lampu di lapangan agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal,” tegas politisi tersebut.
Di sisi lain, Randy juga menaruh perhatian pada pengurangan jumlah teknisi akibat efisiensi anggaran. Ia berjanji akan berkomunikasi dengan Kepala BKPSDM dan Wali Kota Tarakan agar kekurangan tenaga teknis ini dapat disiasati.
“Kekurangan teknis ini bisa mengganggu kinerja. Kami akan perjuangkan agar performa perbaikan lampu di Tarakan tetap bisa maksimal,” pungkasnya. (Sha)



