TARAKAN – Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Jufri Budiman, turun langsung menemui masyarakat di RT 11 Kelurahan Pantai Amal, Tarakan Timur, guna menyerap aspirasi terkait permasalahan infrastruktur dan ekonomi yang dihadapi warga setempat.
Dalam pertemuan tersebut, Jufri menanggapi serius keluhan warga mengenai kondisi jalan produksi yang masih berstatus lahan milik Pertamina namun menjadi akses utama bagi para petani dan pekebun. Kondisi jalan yang sering mengalami longsor saat hujan tersebut dinilai sangat menghambat mobilitas warga dalam mendistribusikan hasil panen mereka ke pasar.
Menanggapi persoalan infrastruktur tersebut, Jufri Budiman berencana untuk segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Tarakan guna mendorong proses hibah lahan jalan dari pihak Pertamina kepada pemerintah daerah agar perbaikan bisa segera dilakukan secara menyeluruh.
“Banyak petani di atas sana yang kesulitan membawa hasil taninya ke pasar karena kendala jalan. Jika kewenangan jalan ini bisa dihibahkan ke Pemkot Tarakan, maka perbaikan permanen bisa dilakukan dan menjadi tanggung jawab daerah,” ujar Jufri menegaskan komitmennya di hadapan warga.
Langkah ini dianggap sebagai solusi jangka panjang agar masyarakat di kawasan Pantai Amal tidak lagi terkendala oleh akses jalan yang rusak saat musim penghujan tiba.
Selain masalah jalan, dialog tersebut juga menyoroti fluktuasi harga rumput laut yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat pesisir di Tarakan. Warga mengeluhkan harga rumput laut di Tarakan yang seringkali lebih rendah dibandingkan dengan harga di Kabupaten Nunukan.
Jufri menjelaskan bahwa salah satu faktor utamanya adalah tingginya biaya logistik dan transportasi pengiriman dari Tarakan menuju pabrik pengolahan di Sulawesi dan Jawa, yang menyebabkan selisih harga cukup signifikan di tingkat petani.
“Kenapa di Nunukan lebih bagus harganya? Karena akses mereka ke pabrik lebih mudah dan murah. Di Tarakan, biaya transportasi menjadi beban yang memotong harga beli di tingkat petani,” jelasnya secara gamblang.
Sebagai upaya konkret untuk meningkatkan kesejahteraan petani rumput laut, Jufri Budiman mengungkapkan bahwa pihaknya sedang mengupayakan pembukaan rute pengiriman langsung atau direct call melalui transportasi laut dari Tarakan menuju Parepare.
Program ini diharapkan dapat memangkas rantai distribusi dan biaya logistik secara efektif sehingga harga jual rumput laut di tingkat petani lokal bisa meningkat dan bersaing. “Kami ingin petani bisa tersenyum kembali. PR kami adalah membangun persepsi yang sama dengan seluruh stakeholder agar akses langsung ke pabrik ini segera terealisasi,” tegasnya.
Kunjungan ini diakhiri dengan komitmen Jufri Budiman untuk mengawal aspirasi tersebut hingga ke tingkat provinsi dan pusat, mengingat sektor rumput laut merupakan urat nadi ekonomi masyarakat pesisir di Kalimantan Utara. (Sha)



