TARAKAN – Anggota DPD RI perwakilan Kalimantan Utara, H. Hasan Basri, memberikan pesan pamungkas yang sarat semangat dalam penutupan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan bagi pemuda Karang Taruna. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa pemuda bukan sekadar penonton sejarah, melainkan agen perubahan yang memiliki energi, kreativitas, dan keberanian unik untuk mengarahkan bangsa ke masa depan yang lebih konstruktif melalui pengamalan nilai-nilai kebangsaan.

Hasan Basri secara khusus mengajak seluruh pemuda yang hadir untuk tidak canggung menjadi duta 4 Pilar Kebangsaan di lingkungan mereka sendiri. Ia mendorong agar nilai-nilai luhur tersebut disosialisasikan kepada teman sebaya dan generasi yang lebih muda dengan cara-cara yang segar dan relevan.
“Gunakan bahasa yang mudah dipahami dan contoh-contoh yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Buatlah kegiatan kreatif yang menarik untuk memperkenalkan 4 Pilar Kebangsaan, seperti diskusi, kompetisi, seni pertunjukan, atau konten digital di media sosial,” ujar Hasan Basri di hadapan para peserta.


Lebih lanjut, Senator asal Kaltara ini mengingatkan bahwa kekuatan 4 Pilar terletak pada pengamalannya di dunia nyata, bukan sekadar pada tataran pemahaman intelektual atau hafalan semata. Ia berharap nilai-nilai tersebut benar-benar menjadi panduan moral dalam setiap langkah dan interaksi sosial pemuda.

Menurutnya, saat pemuda berinteraksi, mereka harus mengaplikasikan nilai kemanusiaan yang adil dan beradab, serta tetap mengedepankan persatuan Indonesia saat menghadapi berbagai perbedaan di tengah masyarakat.

“Ketika kalian berpartisipasi dalam proses demokratis, aplikasikan nilai kerakyatan yang dilandasi hikmat kebijaksanaan. Dan dalam kehidupan spiritual kalian, aplikasikan nilai ketuhanan Yang Maha Esa,” tuturnya menekankan pentingnya implementasi nilai dalam setiap sendi kehidupan.
Menutup orasinya, Hasan Basri berpesan agar generasi muda tidak pernah merasa puas dengan ilmu yang dimiliki saat ini. Ia menekankan bahwa pemahaman terhadap 4 Pilar Kebangsaan bersifat dinamis dan harus terus diperkaya seiring dengan perkembangan zaman dan tantangan masyarakat yang semakin kompleks. Ia mendorong para pemuda untuk terus membuka ruang dialog dan tidak ragu untuk bertanya demi memperdalam wawasan kebangsaan mereka.
“Jangan ragu untuk mengajukan pertanyaan, mencari jawaban, dan berdialog dengan berbagai pihak untuk memperkaya wawasan kalian mengenai 4 Pilar Kebangsaan,” pungkasnya. (*)



