TANJUNG SELOR – Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd, M.Si, membuka secara resmi Lomba Permainan Tradisional yang mempertandingkan egrang, gasing, dan menyumpit tingkat SD dan SMP di kawasan Kebun Raya Bundayati pada Sabtu pagi (18/4/2026). Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ini merupakan bagian dari rangkaian Pekan Budaya Daerah 2026 yang bertujuan untuk menghidupkan kembali kearifan lokal di tengah kepungan arus modernisasi.
Dalam sambutannya, Bupati menekankan bahwa permainan tradisional bukan sekadar sarana hiburan masa lalu, melainkan instrumen penting untuk membentuk karakter anak bangsa melalui nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. “Permainan tradisional perlu terus dilestarikan karena selain bagian dari budaya, aktivitas ini juga melatih ketangkasan, kebersamaan, dan sportifitas generasi muda kita,” ujar Syarwani di hadapan para peserta dan guru pendamping.
Pelaksanaan lomba di ruang terbuka hijau Kebun Raya Bundayati menambah kemeriahan acara, di mana dukungan penuh terlihat dari kehadiran para orang tua dan masyarakat yang antusias memberikan semangat kepada para atlet muda. Bupati memberikan apresiasi yang tinggi terhadap konsistensi dinas terkait dalam menjaga warisan leluhur agar tidak hilang ditelan zaman, terutama bagi anak-anak usia sekolah yang kini lebih akrab dengan gawai.
Ia menilai bahwa pengenalan kembali olahraga tradisional seperti menyumpit dan gasing sangat efektif untuk melatih fokus dan koordinasi fisik siswa secara alami. “Saya berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan melibatkan lebih banyak peserta di masa mendatang agar jangkauan edukasi budayanya semakin luas,” pesan Bupati.
Selain aspek kompetisi, Bupati menjelaskan bahwa target utama dari Pekan Budaya Daerah ini adalah menjadikan permainan tradisional sebagai sarana edukasi yang menyenangkan bagi generasi Z dan Alpha di Bulungan. Dengan memahami filosofi di balik setiap permainan, diharapkan tumbuh rasa bangga dan kepemilikan terhadap identitas budaya Kalimantan Utara sejak dini. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus menyediakan ruang dan agenda rutin agar kekayaan non-bendawi ini tetap eksis dan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern.
“Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana edukasi dalam mengenalkan kembali permainan tradisional kepada seluruh generasi muda di Kabupaten Bulungan guna menjamin keberlangsungan kearifan lokal kita,” pungkasnya.(*)



