TANJUNG SELOR – Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd, M.Si, didampingi Wakil Bupati Kilat, A.Md, memimpin langsung pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang dipusatkan di kawasan Pasar Induk Jalan Sengkawit, Tanjung Selor, pada Kamis (16/4/2026).
Bersama jajaran perangkat daerah, Bupati terjun langsung membersihkan area pasar sebagai bentuk nyata dukungan terhadap wajah ibu kota Kalimantan Utara yang bersih dan nyaman. Kegiatan ini ditegaskan Bupati bukan sekadar agenda seremonial, melainkan implementasi nyata dari tagline Tanjung Selor sebagai Kota Ibadah yang mengedepankan nilai-nilai keindahan, kebersihan, keamanan, kedamaian, keasrian, dan keharmonisan. “Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh petugas kebersihan serta segenap ASN yang telah hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan ini,” ujar Syarwani.
Langkah masif untuk mempercantik lingkungan ini tidak hanya berhenti di area pasar saja, melainkan diperluas ke seluruh penjuru Kabupaten Bulungan melalui kebijakan resmi pemerintah daerah. Bupati telah menerbitkan Surat Edaran yang menginstruksikan seluruh perangkat daerah, mulai dari tingkat kabupaten hingga ke jenjang kecamatan dan kelurahan, untuk melaksanakan kegiatan serupa secara serentak di lingkungan kerja masing-masing. Kebijakan ini diharapkan mampu menumbuhkan budaya kerja yang sehat serta menciptakan lingkungan publik yang lebih tertata bagi masyarakat luas.
Menurutnya, konsistensi dalam menjaga kebersihan lingkungan adalah cerminan dari profesionalisme dan kedisiplinan aparatur sipil negara dalam mengelola aset daerah. “Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan kecintaan kita bersama terhadap kebersihan dan keindahan kota yang kita banggakan ini,” tegasnya.
Secara khusus, Bupati memberikan mandat kepada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Induk Tanjung Selor untuk menjadikan Gerakan Indonesia ASRI sebagai agenda rutin yang terjadwal secara berkala. Beliau menekankan agar pengelola pasar tidak menunggu tumpukan sampah terjadi, melainkan proaktif melakukan pemeliharaan minimal satu hingga dua kali dalam sebulan agar kondisi pasar tetap higienis bagi pedagang maupun pembeli.
Keasrian pasar induk sebagai urat nadi ekonomi masyarakat Tanjung Selor harus dijaga agar menjadi tempat transaksi yang representatif dan nyaman bagi siapa saja yang berkunjung. “Saya berpesan agar pengelola pasar melaksanakan kegiatan ini secara rutin sebagai bentuk tanggung jawab kita dalam menjaga kenyamanan fasilitas publik yang ada,” pungkasnya. (*)



