TARAKAN — Investasi industri memiliki peluang untuk menciptakan dampak ekonomi yang melampaui kegiatan operasional perusahaan. Selain membuka kesempatan kerja, keberadaan industri juga berpotensi menggerakkan perdagangan, meningkatkan permintaan barang dan jasa, serta menciptakan ruang usaha baru bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Potensi tersebut menjadi salah satu aspek penting dalam melihat keberadaan PT Phoenix Resources International (PRI) di wilayah Tarakan Utara, Kota Tarakan, Kalimantan Utara.
Tokoh masyarakat Tarakan, Muhammad Hardi, menilai investasi industri dapat memberikan manfaat lebih luas apabila didukung hubungan yang harmonis antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat.
Menurutnya, peluang ekonomi yang tercipta perlu diiringi komunikasi yang baik agar manfaat investasi dapat berkembang sejalan dengan kebutuhan daerah. Dampak ekonomi tidak hanya dapat dilihat dari aktivitas produksi perusahaan. Kebutuhan terhadap transportasi, konsumsi, jasa pendukung, serta berbagai barang dan layanan berpotensi membuka peluang bagi usaha lokal, meskipun besarnya manfaat tersebut perlu dibuktikan melalui data yang terukur.
Karena itu, keterlibatan pelaku UMKM dan tenaga kerja lokal menjadi salah satu aspek yang layak diperhatikan dalam upaya memperluas manfaat investasi. Informasi mengenai jumlah pekerja lokal, nilai belanja perusahaan kepada pemasok daerah, serta perkembangan usaha pendukung dapat menjadi indikator untuk menilai kontribusi ekonomi secara lebih konkret.
Di luar aktivitas bisnis, PT PRI juga memiliki program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang mencakup bidang kesehatan, pendidikan, sosial keagamaan, lingkungan, dan infrastruktur.
Program tersebut menjadi bagian dari kontribusi sosial perusahaan yang diharapkan dapat mendukung kebutuhan masyarakat. Agar manfaatnya lebih optimal, pelaksanaan CSR perlu memperhatikan prioritas warga dan melibatkan komunikasi dengan pemangku kepentingan setempat.
Pengamat ekonomi Kalimantan Utara sekaligus dosen Universitas Borneo Tarakan (UBT), Margiyono, mengatakan daya saing investasi suatu daerah dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk infrastruktur, kemudahan perizinan, ketersediaan tenaga kerja, keamanan, dan kepastian hukum.
Ia juga mengingatkan bahwa penilaian terhadap pertumbuhan ekonomi tidak dapat hanya mengandalkan satu indikator. Data aliran dana perbankan, misalnya, perlu dibaca bersama informasi mengenai realisasi investasi, penyerapan tenaga kerja, perkembangan UMKM, dan indikator ekonomi lainnya.
Menurut Margiyono, persoalan yang melibatkan perusahaan dan pihak lain perlu diselesaikan secara transparan berdasarkan bukti serta ketentuan hukum. Kepastian berusaha juga harus berjalan seiring dengan perlindungan hak masyarakat dan pemenuhan kewajiban perusahaan terhadap pekerja maupun lingkungan.
Sementara itu, Hardi menekankan pentingnya menjaga komunikasi agar perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi konflik yang merugikan berbagai pihak. Pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan, dan perusahaan diharapkan berperan aktif dalam membangun hubungan yang konstruktif.
Bagi Tarakan, tantangan ke depan bukan sekadar menarik investasi, melainkan memastikan peluang ekonomi yang tercipta dapat diakses secara lebih luas oleh masyarakat. Melalui kemitraan yang terbuka, penguatan UMKM, peningkatan kompetensi tenaga kerja, dan program CSR yang relevan, investasi diharapkan mampu menjadi salah satu penggerak pembangunan ekonomi lokal yang berkelanjutan. (*)



