TANJUNG SELOR – Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd, M.Si, bersama jajaran perangkat daerah terkait dan perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara secara resmi melakukan soft launching program Pelabuhan Kayan II Siap QRIS pada Jumat pagi (17/4/2026). Peluncuran ini menandai babak baru dalam sistem transportasi air di Bulungan, di mana kini seluruh transaksi pembelian tiket speedboat dapat dilakukan secara non-tunai melalui pemindaian kode QR.
Selain membawa misi digitalisasi, momentum ini juga diwarnai dengan kabar baik bagi kelompok rentan karena pihak pemilik armada sepakat memberikan keringanan harga tiket khusus bagi penyandang disabilitas. “Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pemilik armada yang telah berkomitmen memberikan keringanan harga tiket bagi penyandang disabilitas sebagai bentuk nyata kepedulian pelaku usaha,” ujar Syarwani.
Langkah inklusif ini ternyata mendapatkan dukungan luas tidak hanya dari sektor transportasi, tetapi juga merambah ke sektor ekonomi lainnya di sekitar kawasan pelabuhan dan pusat kota. Sejumlah pelaku UMKM yang berada di sepanjang tepian Sungai Kayan turut memberikan kontribusi nyata dengan menyediakan program diskon khusus bagi warga yang memegang kartu disabilitas. Tak ketinggalan, sektor perhotelan di Tanjung Selor, termasuk Hotel Luminor dan beberapa hotel lainnya, telah menyatakan kesepakatan melalui asosiasi untuk memberikan kemudahan serta potongan harga serupa.
Menurut Bupati, kolaborasi lintas sektor ini membuktikan bahwa kemajuan teknologi di Bulungan berjalan beriringan dengan rasa kepedulian sosial yang tinggi. “Dukungan dari pelaku UMKM dan sektor perhotelan ini menunjukkan bahwa semangat inklusi telah menjadi komitmen bersama seluruh elemen masyarakat di daerah kita,” tuturnya dengan bangga.
Terkait aspek digitalisasi, Bupati menekankan bahwa penerapan QRIS di Pelabuhan Kayan II merupakan bagian dari peta jalan besar transformasi sistem keuangan di Kabupaten Bulungan yang kini sudah sepenuhnya berbasis digital di lingkungan internal pemerintahan. Pemerintah daerah bertekad untuk terus menjadi motor penggerak utama dalam mengedukasi masyarakat mengenai manfaat sistem non-tunai yang dinilai jauh lebih efisien, transparan, dan akuntabel dibandingkan pola konvensional.
Perubahan ini juga diharapkan dapat meminimalisir risiko kebocoran pendapatan serta memberikan data transaksi yang lebih akurat bagi pengembangan ekonomi daerah ke depan. “Kami ingin pemerintah daerah menjadi yang terdepan dalam mendorong digitalisasi untuk membangun pola pikir masyarakat agar semakin terbiasa dengan sistem transaksi yang lebih modern,” jelas Bupati lebih lanjut.
Pihak Bank Indonesia menyambut positif inisiatif Pemkab Bulungan dalam memperluas ekosistem digital hingga ke fasilitas publik yang sangat vital seperti pelabuhan. Implementasi ini dinilai strategis karena Pelabuhan Kayan II merupakan urat nadi mobilitas masyarakat yang menghubungkan ibu kota provinsi dengan daerah lainnya, sehingga potensi penggunaan transaksi digital sangat besar. Dengan adanya program SIAP QRIS ini, inklusi keuangan di Kalimantan Utara diharapkan meningkat pesat seiring dengan kemudahan akses perbankan digital bagi para pelancong dan pelaku usaha.
“Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat komitmen kita dalam mewujudkan Kabupaten Bulungan yang maju, inklusif, dan berbasis digital,” pungkasnya. (*)



