JAKARTA – Suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi menyelimuti Hotel Golden Boutique Kemayoran, Jakarta, pada Selasa (28/4/2026), saat ratusan wakil kepala daerah dari seluruh penjuru Indonesia berkumpul dalam agenda Bimbingan Teknis (Bimtek) yang digelar oleh Asosiasi Wakil Kepala Daerah (ASWAKADA).
“Kehadiran kami di sini bukan sekadar mengikuti seremonial, tetapi menjadi bagian dari dinamika diskusi yang hidup untuk membangun tata kelola pemerintahan yang lebih baik,” ujar Wakil Bupati Bulungan, Kilat, A.Md, yang hadir didampingi Kepala DKIP Bulungan, Yunus Luat, S.Pd., M.Pd.
Sejak sesi pembukaan dimulai, antusiasme peserta terlihat sangat tinggi dalam mengikuti setiap materi, terutama saat membahas tema strategis mengenai reformulasi kedudukan wakil kepala daerah dalam revisi regulasi nasional.
“Deretan kursi yang terisi penuh mencerminkan betapa besarnya harapan para pemimpin daerah agar ke depannya tercipta kepemimpinan yang lebih efektif dan berimbang di setiap wilayah,” kata salah satu panitia penyelenggara di sela kegiatan.
Materi yang disampaikan oleh Direktur Jenderal Otonomi Daerah Republik Indonesia menjadi pusat perhatian utama, di mana para peserta secara aktif mencatat poin-poin krusial terkait penguatan peran wakil kepala daerah dalam struktur pemerintahan.
“Paparan dari Dirjen Otda ini sangat menyita perhatian karena memberikan perspektif baru tentang bagaimana kolaborasi seharusnya dibangun dalam bingkai otonomi daerah,” tutur seorang peserta yang mengikuti sesi diskusi tersebut secara intens.
Forum yang merupakan hasil kerja sama ASWAKADA dengan LKPMI ini juga menjadi ajang silaturahmi nasional untuk mempererat sinergi demi mewujudkan Indonesia yang lebih harmonis dan berkemajuan di masa depan.
“Kegiatan ini benar-benar kami manfaatkan untuk saling menyapa, bertukar pandangan, hingga membangun diskusi ringan yang sangat produktif bagi kemajuan daerah masing-masing,” ungkap Kilat saat menanggapi suasana cair di dalam ruang pertemuan.
Dalam momen tersebut, Kabupaten Bulungan mendapat apresiasi positif karena dinilai berhasil mempertahankan pola hubungan kepemimpinan yang sangat harmonis dan jauh dari konflik internal.
“Kami ingin menegaskan bahwa peran wakil kepala daerah hadir sebagai penguat kerja bersama, bukan justru berada dalam posisi yang berseberangan dengan kepala daerah,” tegas Wakil Bupati Bulungan.
Bagi Kilat, forum berskala nasional seperti ini menjadi wadah yang sangat penting untuk mempertegas bahwa sinergi adalah kunci utama dalam menjalankan roda pemerintahan yang menyentuh kepentingan publik.
“Yang terpenting dalam setiap kebijakan adalah bagaimana kita saling menguatkan demi memberikan pelayanan terbaik dan maksimal kepada seluruh lapisan masyarakat,” lanjutnya.
Ia juga membagikan resep keberhasilan Kabupaten Bulungan dalam menjaga stabilitas politik lokal, yakni dengan mengedepankan komunikasi yang intens, transparan, dan terbuka dalam setiap pengambilan keputusan.
“Di Bulungan, hubungan kepala daerah dan wakil berjalan sangat baik karena kami terus menjaga kebersamaan dalam setiap langkah pembangunan yang diambil,” jelas Kilat.
Hingga berakhirnya acara, para peserta tampak masih asyik membangun jejaring dan berdiskusi di lorong-lorong pertemuan, menunjukkan bahwa keharmonisan yang terbangun di forum ini diharapkan mampu menular ke seluruh daerah di Indonesia.
“Harmoni yang kita bicarakan hari ini jangan hanya menjadi wacana, tetapi harus hadir sebagai praktik nyata dalam tata kelola pemerintahan yang kolaboratif dan efektif,” pungkasnya. (*)



