Facesia.comFacesia.comFacesia.com
Font ResizerAa
  • BERANDA
  • NEWS
    • NASIONAL
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV KALTARA
    • PEMKOT TARAKAN
    • PEMKAB BULUNGAN
    • PEMKAB NUNUKAN
    • PEMKAB MALINAU
    • PEMKAB TANA TIDUNG
  • DPRD
    • DPD RI
    • DPRD KALTARA
    • DPRD TARAKAN
    • DPRD BULUNGAN
    • DPRD NUNUKAN
    • DPRD MALINAU
    • DPRD KTT
  • TNI POLRI
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • FACETIGASI
  • OPINI
  • FACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIAL
Reading:Kekasih Tercinta Tewas Ditembak, Demonstran Myanmar Sumpah Lanjutkan Perlawanan
Share
Font ResizerAa
Facesia.comFacesia.com
  • FACE TV
  • OFFICIAL
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • ADVETORIAL
Search
  • BERANDA
  • NEWS
    • NASIONAL
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV KALTARA
    • PEMKOT TARAKAN
    • PEMKAB BULUNGAN
    • PEMKAB NUNUKAN
    • PEMKAB MALINAU
    • PEMKAB TANA TIDUNG
  • DPRD
    • DPD RI
    • DPRD KALTARA
    • DPRD TARAKAN
    • DPRD BULUNGAN
    • DPRD NUNUKAN
    • DPRD MALINAU
    • DPRD KTT
  • TNI POLRI
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • FACETIGASI
  • OPINI
  • FACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIAL
Follow US
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
© 2025 Facesia.com

Kekasih Tercinta Tewas Ditembak, Demonstran Myanmar Sumpah Lanjutkan Perlawanan

redaksi
redaksi
Published: 8 Maret 2021
Share
3 Min Read
Para demonstran antikudeta militer Myanmar membawa poster bergambar Mya Thwate Thwate Khaing, demonstran yang jadi salah satu martir pertama sejak kudeta. foto:int
SHARE

NAYPYIDAW – Hein Yar Zar, 21, meringis saat seorang seniman tato menggoreskan ciri-ciri cinta pertamanya—seorang demonstran muda yang kematiannya telah menjadi simbol perlawanan terhadap junta militer Myanmar —di dadanya.

Mya Thwate Thwate Khaing ditembak di kepala selama demonstrasi di Ibu Kota Myanmar; Naypyidaw, menjadi salah satu korban tewas pertama dalam melawan kudeta militer . Dia meninggal pada 19 Februari setelah 10 hari terbaring di rumah sakit.

Citra demonstran perempuan tersebut menjadi identik dengan pertarungan berdarah untuk merebut kekuasaan dari militer, yang menggulingkan pemimpin sipil Myanmar Aung San Suu Kyi dan menjatuhkan negara itu dari jalur demokrasi bulan lalu.

Kekasih korban, Hein Yar Zar, yang juga seorang demonstran bersumpah untuk terus memprotes junta militer bahkan saat dia berduka.

“Kami punya banyak rencana untuk tahun ini. Dia meninggal ketika ulang tahunnya sangat dekat,” katanya, Senin (8/3/2021).

“Saya punya tato potretnya karena saya merindukannya—ini adalah kenangan bagi kami.”Dua hari setelah ditembak, Mya Thwate Thwate Khaing berusia 20 tahun tidak sadarkan diri di ranjang rumah sakit.

Sebuah gambar dirinya telah dibagikan oleh para demonstran anti-kudeta saat mereka berunjuk rasa di jalanan.Beberapa hari kemudian, spanduk sepanjang 15 meter yang menggambarkan saat Mya dipukul pasukan Myanmar digantung di jembatan di pusat komersial Yangon, dengan beberapa pengunjuk rasa menggambarkannya sebagai “martir”.

Kematiannya membawa kecaman global yang pedas terhadap junta militer, dengan banyak negara memberlakukan sanksi yang ditargetkan pada para jenderal. Saat ini, lebih dari 50 orang tewas selama protes ketika pasukan keamanan memberlakukan tindakan keras yang semakin brutal terhadap para demonstran.“Tidak ada orang seperti dia,” kata Hein Yar Zar.

Dia memamerkan tinta yang telah dia buat bertahun-tahun yang lalu di lengannya bertuliskan ”Together forever [Bersama selamanya]”, yang menjadi pengingat pedih akan optimisme masa muda mereka.

Pada 9 Februari, pasangan itu berada di garis depan demonstrasi besar-besaran di Naypyidaw, meski dipisahkan oleh kerumunan pengunjuk rasa.

“Saya mengiriminya pesan, ‘Tolong telepon saya kembali’, karena saya tidak memiliki pulsa di telepon saya, tetapi dia tidak pernah melakukannya,” kata Hein Yar Zar, yang mendengar berita tentang penembakannya dari saudara perempuannya.

“Saya tinggal di sampingnya di rumah sakit dan saya berdoa setiap hari agar dia menjadi lebih baik,” ucapnya.

Militer pada awalnya mengatakan sedang menyelidiki kematiannya, tetapi media pemerintah kemudian melaporkan bahwa autopsi tubuhnya menunjukkan peluru itu tidak ditembakkan oleh petugas polisi. Sejak kematiannya, kehidupan Hein Yar Zar telah dipisahkan menjadi saat-saat yang penuh dengan kesedihan, kemarahan, dan keteguhan hati.

Menampilkan tato sebelumnya “17.11.2015”, yang memperingati kencan pertama mereka lima tahun lalu, dia bersumpah untuk tidak pernah melupakannya. “Dia memberikan hidupnya untuk revolusi ini—sebagai pacarnya, saya akan terus melakukannya untuknya,” katanya.

“Saya akan terus berjuang agar revolusi ini menang,”lanjutnya. (int/sha)

Print Friendly, PDF & Email
Total Views:0
Share This Article
FacebookCopy LinkPrint

Pencarian

Berita Terbaru

  • Kapolda Kaltara Terima Audiensi Komunitas Etnis dan Pimpinan BRI, Perkuat Sinergi Daerah10 Agustus 2026
  • Wali Kota Tarakan Buka MPLS Sekolah Nasional Terintegrasi Tarakan10 Agustus 2026
  • Soroti Pelayanan BPN Tarakan, DPRD Tekan Pentingnya Kepastian Hukum Hak Tanah Warga10 Agustus 2026
  • Pengurusan Sertifikat Lahan Warga Mamburungan Tertahan Sumur Tua, DPRD Tarakan Gelar RDP10 Agustus 2026
  • Pemprov Bagikan Bendera Merah Putih, Ajak Masyarakat Semarakkan HUT RI ke-8110 Agustus 2026

Advetorial

Gubernur Ikut Run Night Slipi, 600 Peserta Ramaikan Lari 7,5 Kilometer
ADVETORIALPEMPROV KALTARA
Usai Natal Oikumene, Wagub Ajak ASN Terus Tebar Semangat Melayani
ADVETORIALPEMPROV KALTARA
Lawan Gratifikasi Dimulai dari Rumah, Ini Pesan DWP Kaltara
ADVETORIALPEMPROV KALTARA
Kaltara Raih Peringkat Pertama Provinsi Paling Harmonis di Indonesia
ADVETORIALPEMPROV KALTARA

Recent Posts

  • Kapolda Kaltara Terima Audiensi Komunitas Etnis dan Pimpinan BRI, Perkuat Sinergi Daerah
  • Wali Kota Tarakan Buka MPLS Sekolah Nasional Terintegrasi Tarakan
  • Soroti Pelayanan BPN Tarakan, DPRD Tekan Pentingnya Kepastian Hukum Hak Tanah Warga
  • Pengurusan Sertifikat Lahan Warga Mamburungan Tertahan Sumur Tua, DPRD Tarakan Gelar RDP
  • Pemprov Bagikan Bendera Merah Putih, Ajak Masyarakat Semarakkan HUT RI ke-81

Categories

  • ADVETORIAL
  • Business
  • DPD RI
  • DPRD BULUNGAN
  • DPRD KALTARA
  • DPRD NUNUKAN
  • DPRD TARAKAN
  • EKONOMI
  • FACETIGASI
  • FASHION
  • FOTO
  • GAYA HIDUP
  • Health
  • HUKRIM
  • INFOGRAFIK
  • INTERNASIONAL
  • Lifestyle
  • MULTIMEDIA
  • NASIONAL
  • NEWS
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • PEMKAB BULUNGAN
  • PEMKAB NUNUKAN
  • PEMKAB TANA TIDUNG
  • PEMKOT TARAKAN
  • PEMPROV KALTARA
  • POLITIK
  • Smart Watch
  • Sports
  • TEKNOLOGI
  • TNI POLRI
  • Travel
  • VIDEO
  • WISATA

Berita Terhangat

INTERNASIONALNEWS

Heboh Peta Timur Tengah Baru yang Diusulkan Israel, Seperti Apa?

11 Oktober 2024
INTERNASIONAL

Perang Dagang Indonesia Vs Uni Eropa 2021

3 Agustus 2021
INTERNASIONAL

Meghan Sebut Kerajaan Inggris Tolak Jadikan Anaknya Pangeran

9 Maret 2021
INTERNASIONAL

Inggris Buka Jalur Lulusan, Mahasiswa Internasional Bisa Langsung Bekerja Setelah Lulus

9 Maret 2021
PreviousNext
Facesia.comFacesia.com
© 2025 Facesia.com
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?