TARAKAN – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Utara resmi memulai rangkaian kegiatan Semarak Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026. Program ini merupakan langkah strategis untuk memastikan masyarakat di wilayah perbatasan mendapatkan akses uang tunai yang cukup selama momentum hari besar keagamaan.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Kaltara, Hasiando G. Manik, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan kebutuhan Uang Layak Edar (ULE) sebesar Rp701 Miliar. Angka ini meningkat 22% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.
“Peningkatan ini mencerminkan komitmen Bank Indonesia dalam memastikan ketersediaan uang Rupiah dalam memberikan layanan penukaran yang optimal bagi masyarakat,” ujar Hasiando.


Selain total nilai uang, BI juga meningkatkan batas paket penukaran per orang menjadi Rp5,3 Juta. Hasiando menjelaskan bahwa tema yang diusung tahun ini adalah Rupiah Memberi Makna Di Bulan Penuh Berkah.

“Tema tersebut menegaskan kehadiran Rupiah sebagai bagian dari momen penting masyarakat selama bulan suci, mulai dari aktivitas ibadah hingga tradisi berbagi dan kebersamaan keluarga,” imbuhnya.

Untuk mendistribusikan dana tersebut, BI Kaltara bersinergi dengan perbankan untuk membuka 36 titik penukaran resmi di seluruh Kalimantan Utara. Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat distribusi uang agar berjalan lancar dan tepat sasaran.
Hasiando menegaskan, “Rupiah yang cukup dan layanan yang optimal diharapkan dapat memberikan nilai tambah dan memperluas keberkahan Ramadan bagi masyarakat”.
Terkait teknis penukaran, masyarakat diimbau untuk melakukan pemesanan terlebih dahulu melalui Website PINTAR. Melalui platform tersebut, warga dapat memilih jadwal dan lokasi penukaran sesuai kebutuhan guna meningkatkan kenyamanan serta memastikan layanan yang adil dan merata.
Selain menyediakan uang tunai, Hasiando juga mengajak masyarakat untuk selalu cermat menjaga kualitas uang yang mereka miliki.
“Masyarakat diimbau untuk merawat Rupiah dengan prinsip 5J, yaitu Jangan dilipat, Jangan dicoret, Jangan diremas, Jangan distapler, dan Jangan dibasahi,” pesan Hasiando.
Sebagai penutup, Hasiando memberikan apresiasi yang tinggi kepada perbankan dan seluruh mitra kerja atas kolaborasi dalam pelaksanaan SERAMBI 2026. Ia berharap sinergi penyediaan uang tunai yang memadai serta peran aktif masyarakat dalam bertransaksi secara bijak dapat memperkuat kelancaran sistem pembayaran selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026. (Sha)



