TANJUNG SELOR – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bulungan, Risdianto, S.Pi, M.Si, secara resmi membuka High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Bulungan Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Tenguyun Lantai II Kantor Bupati pada Senin (13/4/2026).
Pertemuan strategis ini memfokuskan pada penguatan implementasi elektronifikasi transaksi pemerintah daerah, baik dari sisi penerimaan pendapatan maupun belanja daerah, guna menciptakan tata kelola keuangan yang lebih transparan dan akuntabel. Risdianto menegaskan bahwa transformasi digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan untuk meningkatkan efisiensi birokrasi dan kualitas layanan publik di era modern. “Pemkab terus berupaya memperkuat implementasi elektronifikasi transaksi pemerintah daerah baik dalam penerimaan maupun pengeluaran daerah agar setiap rupiah dapat dikelola secara lebih tepat sasaran,” ujar Risdianto.
Komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Bulungan dalam ranah digital telah membuahkan berbagai prestasi membanggakan, di mana daerah ini berhasil mengukuhkan diri sebagai salah satu yang terbaik dalam implementasi TP2DD di wilayah regional Kalimantan. Tak hanya di level wilayah, Bulungan juga mencatatkan prestasi gemilang di tingkat nasional dengan menyabet peringkat ketiga pada program unggulan Sistem Informasi Daerah Tahun 2025 yang lalu.
Capaian ini menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pendukung seperti perbankan berjalan sangat efektif dalam mengubah pola transaksi konvensional menuju digital. “Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara atas dukungan, sinergi, dan kolaborasi yang telah terjalin dengan sangat baik bersama Pemkab Bulungan selama ini,” tuturnya sebagai bentuk apresiasi kepada mitra strategis.
Sekda menekankan bahwa keberhasilan digitalisasi tidak boleh hanya berhenti di pusat pemerintahan kabupaten, melainkan harus menyentuh hingga ke level kecamatan dan desa-desa terpencil di seluruh pelosok Bulungan. Integrasi sistem yang berkelanjutan diharapkan mampu mempermudah akses masyarakat dalam melakukan transaksi pembayaran pajak maupun retribusi secara non-tunai tanpa harus menempuh jarak jauh. Digitalisasi pedesaan juga dipandang sebagai instrumen penting untuk memacu pertumbuhan ekonomi lokal melalui ekosistem transaksi yang lebih aman dan modern.
“Upaya percepatan dan perluasan digitalisasi harus dilaksanakan secara terintegrasi agar manfaat digitalisasi dapat benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat hingga ke tingkat terbawah,” pesan Sekda.
Sebagai bagian dari kampanye literasi digital kepada publik, TP2DD Bulungan melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) yang bekerja sama dengan PT BPD Kaltimtara juga telah menginisiasi berbagai program kreatif. Langkah ini mencakup penyelenggaraan Lomba Konten Kreatif hingga Lomba Karya Jurnalistik yang bertujuan untuk menyebarluaskan informasi mengenai kemudahan bertransaksi secara digital kepada generasi muda dan masyarakat umum.
Dengan melibatkan kreativitas masyarakat dan jurnalis, diharapkan kesadaran akan pentingnya ekosistem digital di Kabupaten Bulungan dapat terbangun secara alami dan massif. “Berbagai perlombaan ini merupakan sarana komunikasi yang efektif untuk mengajak masyarakat terlibat aktif dalam transformasi digital yang tengah kita bangun bersama,” ungkapnya. (*)



