TARAKAN – Markas Polres Tarakan mendadak mencekam pada Senin (24/2) malam. Sekelompok orang yang diduga oknum TNI menyerang markas kepolisian tersebut. Insiden ini sontak menggemparkan warga Tarakan dan menjadi sorotan nasional.

Penyerangan terjadi sekitar pukul 23.00 WITA. Rombongan penyerang, yang diduga lebih dari sepuluh orang, datang dari arah sebuah hotel di depan Polres Tarakan. Beberapa saksi mata menyebutkan bahwa mereka datang dengan menggunakan truk dan kendaraan lainnya.
Dalam rekaman video yang beredar luas di media sosial, terlihat suasana mencekam di area Polres. Sejumlah orang berpakaian kasual, beberapa di antaranya membawa kayu, mendekati markas polisi. Beberapa di antaranya bahkan melompati pembatas dan langsung memasuki kawasan markas.

Aksi penyerangan ini berlangsung brutal. Dalam beberapa potongan video, terlihat seorang polisi dikeroyok dan dianiaya. Para penyerang berulang kali memukul dan menendang polisi tersebut. Seorang wanita sempat mencoba melerai, namun aksi pengeroyokan terus berlanjut.
Kapendam VI Mulawarman, Kolonel Kav Kristiyanto, membenarkan adanya insiden tersebut. Pihaknya sedang melakukan pemeriksaan intensif terhadap oknum-oknum yang diduga terlibat.
“Memang benar semalam kami mendapatkan informasi terkait insiden tersebut namun kami masih periksa,” ujarnya.
Pihak TNI dan Polri telah berkoordinasi untuk menangani insiden ini. Kapolda Kaltara dan jajaran di bawahnya telah memberikan arahan untuk berkoordinasi dalam hal penyelesaian. Oknum-oknum yang terlibat telah dipanggil dan diperiksa oleh Denpom.
“Untuk langkah-langkah yang kami ambil, kami terus berkoordinasi dengan Kapolda Kaltara dan juga di level bawah sudah diberikan arahan untuk berkoordinasi dalam hal penyelesaian. Sementara oknum yang terlibat sudah dipanggil dan diperiksa, untuk lebih lanjutkan nanti akan kami umumkan,” jelas Kolonel Kristiyanto. (*)



