Facesia.comFacesia.comFacesia.com
Font ResizerAa
  • BERANDA
  • NEWS
    • NASIONAL
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV KALTARA
    • PEMKOT TARAKAN
    • PEMKAB BULUNGAN
    • PEMKAB NUNUKAN
    • PEMKAB MALINAU
    • PEMKAB TANA TIDUNG
  • DPRD
    • DPD RI
    • DPRD KALTARA
    • DPRD TARAKAN
    • DPRD BULUNGAN
    • DPRD NUNUKAN
    • DPRD MALINAU
    • DPRD KTT
  • TNI POLRI
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • FACETIGASI
  • OPINI
  • FACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIAL
Reading: DPRD Tarakan Soroti Standar Dapur dan Keamanan Pangan Sekolah Usai Temuan Kasus Keracunan
Share
Font ResizerAa
Facesia.comFacesia.com
  • FACE TV
  • OFFICIAL
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • ADVETORIAL
Search
  • BERANDA
  • NEWS
    • NASIONAL
  • ADVETORIAL
    • PEMPROV KALTARA
    • PEMKOT TARAKAN
    • PEMKAB BULUNGAN
    • PEMKAB NUNUKAN
    • PEMKAB MALINAU
    • PEMKAB TANA TIDUNG
  • DPRD
    • DPD RI
    • DPRD KALTARA
    • DPRD TARAKAN
    • DPRD BULUNGAN
    • DPRD NUNUKAN
    • DPRD MALINAU
    • DPRD KTT
  • TNI POLRI
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • FACETIGASI
  • OPINI
  • FACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIALFACE TV OFFICIAL
Follow US
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Policy
  • Redaksi
  • Karir
© 2025 Facesia.com

DPRD Tarakan Soroti Standar Dapur dan Keamanan Pangan Sekolah Usai Temuan Kasus Keracunan

redaksi
redaksi
Published: 16 Oktober 2025
Share
3 Min Read
SHARE

TARAKAN – Anggota Komisi II DPRD Kota Tarakan, dr. Yuli Indrayani, mendesak adanya penekanan kembali dan pengawasan ketat terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) dapur sekolah, khususnya terkait keamanan dan kebersihan pangan.

Hal ini disuarakan menanggapi tingginya kasus keracunan yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Kalimantan Utara (Kaltara), Rabu (15/10/2025).

Dr. Yuli Indrayani mengungkapkan kekhawatirannya merujuk pada data kasus keracunan pangan yang mencapai angka fantastis di Indonesia, dengan kurang lebih 4.700 kasus dari Januari hingga September. Di wilayah Kaltara sendiri, khususnya Kabupaten Nunukan, terjadi hampir 200 kasus dalam periode yang sama, serta temuan kasus keracunan yang baru-baru ini menimpa dua siswa SMA Negeri 1 di Bulungan. Ia menekankan pentingnya Tarakan mengambil pelajaran dari kejadian ini.

“Jangan sampai terjadi di Kota Tarakan. Kita tidak mau hal ini terjadi,” tegasnya.

Menurut dr. Yuli, peninjauan ulang SOP dapur adalah hal yang mendesak, terutama mengingat adanya informasi mengenai pergantian petunjuk teknis (juknis) yang mungkin berdampak pada perubahan SOP dapur.

Selain itu, ia mempertanyakan sejauh mana dapur-dapur yang beroperasi di Tarakan telah mengantongi Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

“Apakah di dapur-dapur yang sudah berjalan di Kota Tarakan itu sudah ada SLHS-nya, sertifikasi laik higiene sanitasinya?” tanyanya.

SLHS, yang menurutnya dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan, menjadi indikator penting dalam memastikan keamanan pangan.

dr Yuli juga menyampaikan beberapa permintaan data dan saran kebijakan kepada dinas terkait. Ia meminta agar Komisi II diberikan data lengkap mengenai siapa saja penerima makanan sekolah, termasuk jumlah anak penerima, jam makan, dan nama sekolah untuk data yang lebih konkret. Data ini diharapkan dapat dikirimkan segera.

Menanggapi penyediaan bahan baku yang berbasis variasi menu, dr. Yuli menyarankan agar pemerintah mempertimbangkan dan merencanakan jadwal pergantian variasi menu. Ia mengusulkan agar variasi menu dapat diganti secara berkala, misalnya sebulan atau dua minggu sekali, atau bahkan sudah memiliki rencana kerja variasi menu untuk setahun. Pertanyaan ini ditujukan kepada Dinas Pertanian dan Satuan Pelaksana Program Pangan Gizi (SPPG) serta Dinas Kesehatan (Dinkes).

Lebih lanjut, dr. Yuli Indrayani menyampaikan pertanyaan untuk dinas lain seperti  ditanyakan seberapa sering tes cepat (rapid test) dilakukan terhadap bahan baku makanan yang digunakan.

Sementara itu, ia juga menanyakan kepada Dinas Perdagangan terkait data UMKM penyaji bahan pangan buatan, seperti roti atau kudapan khas Tarakan, yang telah bekerjasama dengan dapur-dapur penyedia makanan saat ini.

Permintaan dan pertanyaan ini diajukan dengan harapan dapat mencegah terulangnya kasus keracunan makanan di lingkungan sekolah Tarakan dan memastikan makanan yang disajikan memenuhi standar keamanan dan gizi. (Sha)

Print Friendly, PDF & Email
TAGGED:Komisi II DPRD TarakanMBG TarakanRDP DPRD
Share This Article
Facebook Copy Link Print

Pencarian

Berita Terbaru

  • Kapolda Kaltara dan Jajaran PJU Jalani Tes Urine Dadakan 27 Februari 2026
  • DPRD Tarakan Kawal Ketat Realisasi Anggaran Dinas Kesehatan Tahun 2026 27 Februari 2026
  • Soroti Pelayanan SPBU, Jufri Budiman: Tarakan Smart City, Tapi Bayar BBM Wajib Pakai Cash 27 Februari 2026
  • KKIG Kota Tarakan Tebar Kebaikan, Bagikan 1.000 Kotak Takjil di Jumat Berkah 27 Februari 2026
  • Polda Kaltara Musnahkan Puluhan Gram Sabu Hasil Pengungkapan Kasus di Nunukan 24 Februari 2026

Advetorial

PT PRI Bekali Mahasiswa UBT di Acara Seminar K3 
ADVETORIAL
MODENA Perkenalkan Chest Freezer Terbaru, Solusi Andal untuk Berbagai Sektor Usaha
ADVETORIAL
PRI Peduli: Gelar Pengobatan Gratis dan Bagikan Bingkisan Natal
ADVETORIAL
Perayaan Nataru di Gereja HKBP Tarakan Berlangsung Semarak, Gubernur Ajak Warga Kaltara Tingkatkan Toleransi dan Kerjasama
ADVETORIAL

Berita Terhangat

DPRD TARAKAN

DPRD Tarakan Kawal Ketat Realisasi Anggaran Dinas Kesehatan Tahun 2026

27 Februari 2026
DPRD TARAKAN

Polemik Lahan SD Negeri 001 Tarakan, Komisi I DPRD Desak Penelusuran Asal-Usul Hibah

23 Februari 2026
DPRD TARAKAN

DPRD Tarakan Dorong Sosialisasi Dokumen Mitigasi Bencana Hingga Tingkat RT

20 Februari 2026
DPRD TARAKAN

Gedung Kantor Dinilai Tak Layak, Komisi III DPRD Tarakan Dorong Pembangunan Markas Komando BPBD

20 Februari 2026
Previous Next
Facesia.comFacesia.com
© 2025 Facesia.com
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Policy
  • Redaksi
  • Karir
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?