TARAKAN – Memanfaatkan momentum bulan suci, BI Kaltara menggelar Road to KaShaFa 2026 dengan rangkaian kegiatan edukatif dan religi. Berpusat di Kota Tarakan, festival ini diawali dengan Kick Off yang menyasar peningkatan pemahaman masyarakat terhadap ekonomi syariah. Berbagai lomba seperti dai cilik, adzan, nasyid, hingga cerdas cermat islami turut memeriahkan suasana.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Hasiando G. Manik, menyampaikan bahwa pendekatan melalui budaya dan religi sangat efektif untuk menggaungkan nilai ekonomi syariah.
“Rangkaian acara ini dirancang sebagai sarana strategis untuk menggaungkan nilai-nilai ekonomi syariah di tengah masyarakat secara menyenangkan,” ujar Hasiando.


Puncak kegiatan literasi akan diisi dengan kajian dan buka puasa bersama Ustadz Hanan Attaki pada Senin, 2 Maret 2026. Mengusung tema “Hati yang Tenang di Zaman yang Bising”, kegiatan ini diharapkan dapat menarik partisipasi masyarakat luas. Literasi yang diberikan tidak hanya soal agama, tetapi juga mengenai edukasi keuangan dan perlindungan konsumen.

Hasiando menekankan pentingnya sinergi antara aspek spiritual dan ekonomi selama bulan Ramadhan. Ia menjelaskan, “Melalui momentum Ramadhan, KaShaFa diharapkan dapat memperkuat pemahaman masyarakat dalam ekonomi dan keuangan syariah”.

Walikota Tarakan yang hadir dalam pembukaan juga memberikan apresiasi tinggi terhadap kreativitas penyelenggaraan kegiatan ini. Pemerintah daerah sepakat bahwa potensi besar Ramadhan harus dikelola untuk memberikan multiplier effect bagi ekonomi lokal. Dukungan penuh diberikan agar pelaku usaha lokal dapat memanfaatkan panggung KaShaFa untuk naik kelas.
“Kami berkomitmen terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mengembangkan ekosistem syariah yang inklusif di Kaltara,” tegas Hasiando kembali. (Sha)



