TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) resmi menggelar gerakan “Tarakan Berzakat” sebagai upaya memperkuat jaring pengaman sosial di Bumi Paguntaka. Bertempat di Gedung Serbaguna Pemerintah Kota Tarakan pada Selasa pagi, Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, M.Kes., hadir langsung untuk membuka agenda tahunan tersebut. Acara ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pimpinan Perumda, serta berbagai instansi vertikal lainnya.

Kegiatan yang digagas oleh Baznas ini bertujuan untuk mengonsolidasikan potensi zakat di Kota Tarakan agar lebih terorganisir dan tepat sasaran. Wali Kota menekankan bahwa penyaluran melalui lembaga resmi seperti Baznas akan memberikan dampak yang jauh lebih luas dibandingkan penyaluran secara individu, karena dana yang terkumpul dikelola dengan manajemen yang profesional dan transparan.



“Kami mengimbau para muzakki di Kota Tarakan untuk menyalurkan zakat melalui Baznas. Dengan begitu, penyalurannya akan jauh lebih terarah dan mampu menjangkau lebih banyak kaum duafa di kota kita,” ujar dr. Khairul.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Khairul menjelaskan bahwa cakupan zakat yang diharapkan tidak terbatas pada zakat fitrah saja. Potensi besar justru terletak pada zakat harta (mal), zakat profesi bagi para pekerja, hingga zakat perusahaan dari berbagai sektor usaha yang ada di Tarakan. Pengumpulan yang maksimal akan menjadi modal besar bagi pemerintah untuk menjalankan berbagai program intervensi sosial yang tidak sepenuhnya bisa tercover oleh APBD.
Dana zakat yang dikelola secara kolektif terbukti telah memberikan manfaat nyata bagi warga kelas bawah melalui berbagai program unggulan Baznas. Mulai dari program bedah rumah layak huni, pemberian bantuan seragam sekolah bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, hingga bantuan biaya pengobatan dan modal usaha kecil.
“Zakat yang disalurkan tidak hanya untuk kegiatan konsumtif, tetapi juga dimanfaatkan untuk program sosial seperti bedah rumah hingga bantuan seragam sekolah bagi anak-anak kita yang membutuhkan,” lanjut Wali Kota menjelaskan fungsi strategis zakat.
Menatap tantangan tahun ini, Baznas Kota Tarakan mematok target pengumpulan zakat sebesar Rp11 miliar. Angka ini dianggap realistis mengingat pertumbuhan ekonomi kota yang terus membaik serta meningkatnya kesadaran berzakat di kalangan profesional dan pelaku usaha. Wali Kota optimistis angka tersebut dapat tercapai jika seluruh elemen masyarakat bergerak bersama dan mempercayakan pengelolaan zakatnya kepada Baznas.
Acara “Tarakan Berzakat” ini juga menjadi ajang keteladanan bagi para pejabat dan pimpinan instansi untuk menunaikan kewajiban zakatnya lebih awal. Diharapkan, langkah ini akan memicu gelombang partisipasi masyarakat luas sebelum memasuki penghujung Ramadan, sehingga distribusi bantuan dapat dilakukan tepat waktu bagi mereka yang merayakan hari raya dalam keterbatasan.
“Target pengumpulan tahun ini sebesar Rp11 miliar. Kami sangat berharap target ini tercapai melalui peningkatan kesadaran dan partisipasi aktif dari seluruh muzakki yang ada di Kota Tarakan,” pungkas dr. Khairul menutup keterangannya. (sha)



