TARAKAN – Kelurahan Selumit memastikan penyaluran bantuan sosial bagi warga lanjut usia (lansia) terus berjalan melalui koordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos). Salah satunya dialami Ibu Maimuna, warga lansia yang baru tahun ini mendapatkan bantuan kedaruratan lansia dan nutrisi balita, setelah sebelumnya status kepesertaan BPJS PBI-nya tidak aktif.
Lurah Selumit, Mei Setya Ningsih, menjelaskan Ibu Maimuna sebenarnya telah diusulkan untuk menerima bantuan lansia sejak tahun lalu karena kondisi kesehatannya yang tergolong sakit-sakitan. Namun, realisasi bantuan baru terjadi pada tahun ini.
“Awalnya BPJS PBI beliau tidak aktif. Saat akan operasi kemarin, kepesertaan diaktifkan kembali dan bersamaan dengan itu dilakukan assessment oleh Dinas Sosial. Akhirnya beliau mendapatkan bantuan,” ujar Mei saat ditemui di kantor Kelurahan Selumit, (26/5/26).
Terkait keberlanjutan bantuan, Mei mengaku belum mengetahui secara pasti apakah bantuan serupa diberikan secara berkala setiap bulan atau per periode tertentu. “Biasanya bantuan untuk lansia itu ada saja, bisa berupa uang atau sembako. Tapi saya kurang tahu persis mekanisme dari Dinas Sosial, apakah terus-terusan atau sekali saja tergantung kebutuhan,” katanya.
Ia menegaskan, peran kelurahan saat ini hanya sebatas menyalurkan dan mendampingi bantuan-bantuan yang bersumber dari Dinas Sosial, serta menyampaikan data warga yang membutuhkan. “Kami di kelurahan hanya menerima dan menyampaikan. Data warga yang butuh bantuan kami usulkan,” imbuhnya.
Selain bantuan lansia, Kelurahan Selumit juga memiliki program bantuan pangan bagi warga tidak mampu, Program Keluarga Harapan (PKH), serta berbagai bantuan lain dari Dinas Sosial. Agar mendapat akses bantuan, warga harus terdaftar dalam data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSN)
“Otomatis kalau sudah masuk desil kemungkinan bisa mendapatkan bantuan, termasuk dari perusahaan,” tutupnya. (*)



