Band Hijabers Metal yang Lagi Viral

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

JAKARTA – Bukan pertama kali, Grup band metal Voice of Baceprot (VoB) yang seluruh personelnya berhijab viral. Sebelumnya pada 2017 lalu, band metal hijabers yang terdiri dari Firda Kurnia, Widi Rahmawati, dan Euis Siti Aisyah itu juga pernah membuat heboh setelah aksi mereka bermain musik viral di media sosial. Bahkan aksi mereka disorot oleh media besar seperti Reuters, The New York Times, hingga The Guardian.

Baru-baru ini band hijabers ini viral lagi di Twitter. Seperti dilansir dari wolipop, aksi mereka menarik perhatian personel band dunia, Red Hot Chili Peppers. Aksi VoB viral saat memainkan lagu Coffee Shop-Red Hot Chili Peppers.

Baca juga : https://m.detik.com/wolipop/hijab-update/d-5004818/band-hijabers-metal-dari-garut-menarik-atensi-personel-red-hot-chili-peppers

Lagu Coffe Shop ini merupakan salah satu single yang ada di album Red Hot Chili Peppers, One Hot Minutes, yang dirilis pada 1995. Voice of Baceprot mengunggah aksi mereka memainkan lagu tersebut ke Twitter dengan menyematkan akun Twitter bassist Red Hot Chili Peppers, Michael Peter Balzary atau Flea.

“Yang kami pikirkan saat itu adalah bagaimana caranya kami lancar melafalkan ‘Coffee Shop’ bukan ‘kopi sop’ seperti biasanya hail papi @flea333. Still #speechless,” tulis akun @baceprotvoices pada (5/5/2020).

Video musik berdurasi 2.19 menit ini ternyata mendapatkan respon langsung dari bassist Red Hot Chili Peppers, Flea. “Wow they like the red hots??! Awesome,” tulis Flea di akun Twitternya @flea333 pada Selasa (5/5/2020).

Bukan hanya Flea, video yang sudah ditonton lebih dari 187 ribu kali itu juga diserbu ratusan komentar netizen. Warganet merespon aksi dari grup band hijabers Garut tersebut. Ada yang memuji aksi mereka dan ada yang kaget karena Flea merespon langsung lewat Twitter.

Setelah kemudian viral, mereka pun mengaku senang dan bangga. Firda mengatakan kalau hal ini bisa membantu mereka meyakinkan serta membanggakan orangtua. Berbicara soal orangtua, Euis menambahkan kalau sebenarnya orangtua sempat melarang mereka membentuk band beraliran metal. Musik metal masih dikaitkan dengan sesuatu yang negatif di mata orangtua ketiga hijabers cilik tersebut.

“Masih serasa mimpi sih kita sampai terkenal kayak gini, se-booming ini. Kita dikenal di luar negeri juga jadi bisa banggain orangtua. Mungkin orangtua juga sekarang percaya. Kalau dulu mereka melarang itu mungkin karena ketidaktahuan. Musik metal identik dengan hal negatif, karena sekarang sudah dikenal orang banyak, tahu kegiatan kita seperti ini jadi mereka ngerti dan mulai kasih support,” kata Euis saat diwawancara Wolipop pada 2017. (*)

Share.

About Author

Leave A Reply