TANJUNG SELOR – Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd, M.Si, secara resmi menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna yang digelar di Ruang Sidang Datu Adil DPRD Bulungan pada Senin (30/3). Penyampaian ini menjadi momentum penting karena merupakan LKPJ pertama dalam masa kepemimpinan Bupati Syarwani dan Wakil Bupati Kilat untuk periode 2025–2030, yang disusun dengan merujuk pada dokumen RPJMD serta rencana kerja tahunan.


Dalam laporannya, Bupati memaparkan bahwa struktur ekonomi daerah masih didominasi oleh lapangan usaha berbasis sumber daya alam, khususnya sektor pertambangan dan pertanian yang memberikan kontribusi signifikan terhadap total nilai tambah kegiatan ekonomi daerah. “Kami sampaikan terkait dengan indikator makro pembangunan di mana ekonomi Kabupaten Bulungan tumbuh sebesar 5,40 persen,” ujar Syarwani saat membacakan nota pengantar di hadapan anggota legislatif.


Kesehatan ekonomi daerah tercermin dari angka Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bulungan tahun 2025 yang mencapai Rp26,6 triliun, mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka Rp25,7 triliun. Dari total PDRB tersebut, sektor pertambangan dan penggalian masih memegang porsi terbesar yakni 23,5 persen, diikuti sektor konstruksi sebesar 16,6 persen, pertanian di angka 15,2 persen, serta industri pengolahan sebesar 13,5 persen. Peningkatan ini tidak hanya terjadi pada angka pertumbuhan ekonomi semata, namun juga diikuti dengan perbaikan kualitas hidup masyarakat yang ditandai dengan kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 0,7 persen menjadi 74,53.


“Semakin meningkatnya angka harapan hidup di Bulungan mengindikasikan derajat kesehatan masyarakat semakin membaik,” sebutnya seraya merinci bahwa harapan hidup penduduk kini menyentuh rerata 74,53 tahun.


Sektor pendidikan juga menunjukkan tren positif dengan adanya peningkatan pada angka harapan lama sekolah serta rata-rata lama sekolah yang kini mencapai 9,42 tahun. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memperluas akses pendidikan formal sebagai upaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di masa depan agar mampu bersaing di pasar kerja yang semakin kompetitif. Hal ini sejalan dengan data ketenagakerjaan yang mencatatkan penurunan tingkat pengangguran terbuka menjadi 4,14 persen, serta keberhasilan menekan angka kemiskinan dari 8,76 persen di tahun sebelumnya menjadi 7,26 persen pada tahun 2025.


“Pemkab Bulungan terus mendorong serta mensosialisasikan pentingnya aspek pendidikan formal ke masyarakat,” ujarnya.
Menutup penyampaiannya, Bupati menguraikan berbagai kebijakan strategis yang menjadi kunci keberhasilan di tahun 2025, termasuk program “Mandau Tani” untuk kedaulatan pangan dan program Transfer Anggaran Kabupaten Berbasis Ekologi (TAKE). Program TAKE sendiri dirancang sebagai insentif fiskal bagi desa-desa yang mampu mengelola lingkungan secara berkelanjutan dan menjaga tata kelola pemerintahan yang akuntabel. Selain itu, penguatan inovasi daerah terus dipacu untuk memastikan pelayanan dasar kepada masyarakat berjalan lebih cepat, transparan, dan tepat sasaran di tengah dinamika pembangunan yang ada.
“Program inovasi daerah bertujuan meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah dan pelayanan dasar ke masyarakat agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan hingga ke tingkat bawah,” ungkapnya. (*)



