TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten Bulungan melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappeda-Litbang) menggelar Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Stunting di Ruang Tenguyun Lantai II Kantor Bupati pada Senin siang (30/3/2026). Agenda strategis ini dibuka langsung oleh Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd, M.Si, didampingi Wakil Bupati Kilat, A.Md, serta Sekretaris Daerah Risdianto, S.Pi, M.Si, sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam memperkuat integrasi perencanaan dan penganggaran. Langkah ini merujuk pada mandat Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 yang mewajibkan adanya keterpaduan program lintas sektor demi menyasar keluarga yang berisiko stunting secara lebih akurat.


“Dalam Pra Musrenbang ini saya berharap ada upaya-upaya atau ide-ide brilian yang muncul, yang nantinya bisa kita sinergikan dengan program lintas sektor sehingga tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujar Syarwani.


Kegiatan ini melibatkan berbagai elemen penting, mulai dari pimpinan perangkat daerah, instansi vertikal, lembaga non-pemerintah, hingga kalangan akademisi untuk menyinkronkan data dan aksi di lapangan. Selain menjalankan mandat Perpres, pertemuan ini juga menjadi tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Dalam Negeri mengenai pelaksanaan aksi konvergensi pencegahan stunting di daerah. Melalui surat edaran tersebut, pemerintah daerah diinstruksikan untuk memastikan bahwa setiap sen anggaran yang dialokasikan benar-benar berfokus pada intervensi gizi dan layanan kesehatan yang berdampak langsung pada penurunan angka stunting. Bupati menegaskan bahwa sinergi lintas sektor adalah kunci utama, karena permasalahan stunting tidak bisa diselesaikan hanya oleh satu instansi saja melainkan butuh keterlibatan aktif semua pihak.


“Kegiatan ini merupakan komitmen bersama untuk menyusun rencana, program, serta kegiatan yang terarah, terpadu, dan berkelanjutan demi masa depan generasi Bulungan,” tegasnya.


Dalam forum tersebut, ditekankan bahwa pendekatan konvergensi harus menyentuh hingga ke level desa dan keluarga agar intervensi yang diberikan tidak tumpang tindih namun saling melengkapi. Bupati mengajak seluruh peserta untuk berani memunculkan inovasi baru dalam metode pendampingan keluarga berisiko agar hasil yang dicapai lebih efektif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dengan perencanaan yang terintegrasi, setiap program dari dinas kesehatan, dinas sosial, hingga dinas pekerjaan umum diharapkan saling mengunci dalam satu peta jalan penurunan stunting yang seragam. Kolaborasi ini juga diharapkan mampu menarik peran serta dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan untuk turut serta mengintervensi titik-titik rawan stunting.


“Saya mengajak segenap pihak terkait untuk bekerja sama, bersinergi, dan berkolaborasi dalam mempercepat penurunan stunting di Kabupaten Bulungan agar target yang ditetapkan dapat tercapai secara maksimal,” pungkasnya. (*)



