TARAKAN – Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) sekaligus Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI perwakilan Kalimantan Utara, H. Hasan Basri, menggelar kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan bersama masyarakat sekitar pada Kamis (12/3/2026).
Pertemuan yang berlangsung hangat dan interaktif tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kembali rasa nasionalisme serta komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di tengah dinamika tantangan zaman yang kian dinamis.
Dalam pemaparannya, H. Hasan Basri menekankan bahwa NKRI merupakan sebuah kesepakatan luhur sekaligus rumah besar yang fondasinya dibangun menggunakan darah, air mata, dan doa para pahlawan. Menyadari luasnya wilayah Indonesia yang mencakup belasan ribu pulau, ratusan suku bangsa, serta beragam bahasa dan keyakinan, para pendiri bangsa terdahulu memilih bentuk Negara Kesatuan guna menegaskan kesetaraan bahwa tidak ada suku atau daerah yang lebih diistimewakan dari yang lainnya di hadapan ibu pertiwi.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi NKRI saat ini sudah berubah dan musuhnya sering kali tidak kasat mata, seperti maraknya berita bohong atau hoaks di media sosial yang sengaja dirancang untuk mengadu domba, munculnya paham radikalisme, hingga persoalan ketimpangan sosial dan ekonomi.
Oleh karena itu, menjaga kedaulatan bangsa bukan lagi menjadi tugas TNI dan Polri semata, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat dengan cara menjaga persaudaraan dari tingkat terkecil, memperkuat ketahanan informasi agar tidak mudah terprovokasi, serta mendukung pembangunan daerah yang berkeadilan.
Suasana sosialisasi sempat menghangat ketika salah seorang perwakilan warga menyampaikan pertanyaan yang cukup mendalam mengenai relevansi jargon “NKRI Harga Mati” di tengah perasaan adanya ketimpangan pembangunan infrastruktur dan ekonomi di daerah jika dibandingkan dengan kota-kota besar di pusat, serta bagaimana cara membakar semangat para pemuda daerah dalam keterbatasan tersebut.
Mendengar aspirasi jujur dari warganya, H. Hasan Basri langsung memberikan apresiasi tinggi dan menegaskan bahwa NKRI tidak akan bisa berdiri kokoh jika hanya satu atau dua daerah saja yang maju sementara daerah lain tertinggal. Ia menekankan bahwa saat ini konsep pembangunan nasional sudah bergeser dari Jawa-sentris menjadi Indonesia-sentris, di mana wilayah perbatasan dan pesisir memegang peranan yang sangat vital.
“Tugas saya sebagai wakil daerah di MPR dan DPD RI adalah memastikan bahwa suara dari beranda depan NKRI—seperti daerah pesisir dan perbatasan kita ini—didengar dengan lantang di pusat. Kita terus mendesak pemerintah agar alokasi anggaran, pembangunan konektivitas digital guna menghapus blank spot, peningkatan fasilitas pelabuhan, hingga kesejahteraan guru dan tenaga honorer di daerah menjadi prioritas utama,” tegas H. Hasan Basri di hadapan warga yang hadir.
Lebih lanjut, senator asal Kaltara ini juga memberikan pesan khusus yang membakar semangat generasi muda di daerah agar tidak berkecil hati dengan keterbatasan yang ada saat ini. Beliau meminta agar para pemuda terus bersiap diri karena estafet pembangunan masa depan kedaulatan bangsa berada di tangan mereka.
“Kepada anak-anak muda kita, katakan pada mereka: Jangan berkecil hati. Justru dari tangan pemuda daerah inilah masa depan ekonomi maritim dan kedaulatan bangsa kita pertaruhkan. Kita tidak boleh menyerah pada keadaan, melainkan harus terus merebut peluang lewat peningkatan kompetensi dan sinergi,” tambahnya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, masyarakat yang hadir diharapkan dapat membawa pulang semangat persatuan ke lingkungan rumah dan tetangga masing-masing. Di akhir acara, H. Hasan Basri kembali mengingatkan sebuah pesan moral yang mendalam bahwa meski jarak geografis berjauhan dan ibu kota berada di seberang lautan, detak jantung seluruh masyarakat Kalimantan Utara harus tetap sama, yaitu Merah Putih demi menjaga NKRI agar tetap tegak berdiri hingga generasi mendatang. (*)



