TARAKAN – Menyambut pergantian tahun, DPC Partai Gerindra Kota Tarakan memilih untuk tidak menggelar perayaan mewah. Sebaliknya, partai berlambang kepala burung garuda ini mengadakan kegiatan doa bersama, zikir, dan santunan anak yatim sebagai bentuk empati terhadap musibah bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia.

Ketua DPC Partai Gerindra Kota Tarakan, Muhammad Yunus, menjelaskan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk keprihatinan nasional. Meskipun kegiatan kumpul bersama kader tetap dilaksanakan, suasana yang dibangun jauh dari kesan hura-hura.
“Seharusnya rutin tiap tahun, cuma karena harus ada doa bersama karena saudara-saudara kita di daerah lain seperti Aceh dan Sumatera Barat terkena musibah, jadi tidak kita lakukan euforia. Kita lakukan doa bersama supaya Kota Tarakan diberi keselamatan, dijauhkan musibah, dan diberikan kesejahteraan,” ujar Muhammad Yunus saat ditemui di lokasi kegiatan.


Selain sebagai ajang doa, momen ini juga menjadi titik awal penguatan internal partai. Ketua DPRD Kota Tarakan ini menegaskan bahwa pada tahun 2026, Gerindra Tarakan akan fokus memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat akar rumput.

“Di 2026 strukturisasi akan kita perkuat, baik dari tingkat anak ranting, ranting, PAC, dan DPC. Di Tarakan sendiri tidak sulit untuk membentuk ranting-ranting tersebut,” tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Kalimantan Utara, Ibnu Saud Is, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menekankan pentingnya menjaga empati di tengah situasi nasional yang prihatin. Ia mengajak masyarakat untuk mengikuti imbauan pihak berwenang dalam merayakan tahun baru secara sederhana.
“Ini kan ajakan keprihatinan nasional, saudara kita di Sumatera mengalami ujian. Jadi kita merayakan pergantian tahun ini diharapkan tidak terlalu euforia, misalnya menggunakan kembang api dan lain sebagainya. Kita mengikuti edaran dari Kapolri,” jelas Ibnu Saud.
Wakil walikota Tarakan ini menambahkan bahwa fokus utama kegiatan malam itu adalah berbagi berkah dengan sesama.
“Tetap berkumpul, makan-makan ada, bakar ikan dan ayam. Tapi suasananya diubah, kita doa bersama, zikir, dan menyantuni anak yatim supaya mendapat berkah dari Allah SWT,” pungkasnya. (Sha)



