TARAKAN — Pemerintah Kelurahan Selumit berkomitmen mendukung penuh program Wajib Belajar 13 Tahun yang dicanangkan pemerintah. Komitmen ini ditandai dengan keikutsertaan perwakilan kelurahan dan orang tua siswa dalam kegiatan sosialisasi serta penandatanganan komitmen bersama yang digelar Pokja PAUD Kota Tarakan di wilayah Tarakan Tengah, baru-baru ini.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Diskominfo Kota Tarakan sekaligus Ketua Pokja PAUD Kota Tarakan, Endah, hadir langsung sebagai narasumber untuk memberikan pemahaman kepada para Bunda PAUD dan orang tua murid. Dari Kelurahan Selumit, kegiatan ini diwakili oleh kelompok belajar (KB) Insan Cinta yang menghadirkan kepala sekolah serta 10 orang tua siswa.
Lurah Selumit, Mei Setya Ningsih, menjelaskan bahwa program Wajib Belajar 13 Tahun mencakup 1 tahun pendidikan di jenjang PAUD/TK, 6 tahun SD, 3 tahun SMP, dan 3 tahun SMA/SMK. Menurutnya, transisi sebelum memasuki Sekolah Dasar (SD) sangat krusial untuk melatih mental dan pembentukan karakter anak, bukan sekadar kemampuan baca, tulis, dan hitung (calistung).
“Sebelum masuk SD, ada kewajiban satu tahun persiapan di PAUD untuk melatih mental anak-anak agar mereka siap. PAUD bukan hanya soal calistung, tetapi lebih ke pendidikan karakter dan kesiapan mental serta sosialisasi anak dengan lingkungannya,” ujar Mei.
Ia menambahkan, perpanjangan masa wajib belajar hingga jenjang SMA juga bertujuan untuk mempersiapkan generasi muda yang lebih matang, baik secara mental maupun keterampilan, sebelum memasuki dunia kerja atau menghadapi tantangan zaman.
Sebagai tindak lanjut dari penandatanganan komitmen bersama tersebut, Kelurahan Selumit bersama para Bunda PAUD tingkat kelurahan siap mengemban tugas untuk memasifkan edukasi ke masyarakat bawah.
“Ini menjadi ‘PR’ bagi kami di kelurahan untuk terus mengedukasi warga. Kami akan berkoordinasi dengan pengurus RT dan menyisipkan sosialisasi pentingnya pendidikan sejak dini dalam setiap pertemuan warga,” pungkasnya. (Sha)












