TARAKAN – Kelurahan Selumit menggelar sosialisasi program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sebagai langkah nyata menekan angka stunting di wilayahnya. Program yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) ini menyasar 14 anak yang terdata mengalami gangguan pertumbuhan.

Sekretaris Lurah Selumit, Darmawati, menjelaskan bahwa penyaluran PMT dijadwalkan berlangsung selama empat bulan, terhitung mulai Agustus hingga November. Setiap bulannya, para penerima manfaat menerima bantuan gizi berupa 3 kilogram daging ayam dan dua piring (60 butir) telur.
“Program PMT ini rutin dilaksanakan setiap tahun sejak 2019. Untuk tahun ini, sasaran kita ada 14 anak. Kami berharap bantuan pangan bergizi ini dapat memulihkan serta merangsang pertumbuhan tinggi badan anak agar kembali sesuai dengan usianya,” ujar Darmawati.
Ia menambahkan, angka stunting di Kelurahan Selumit mengalami penurunan signifikan dari tahun-tahun sebelumnya yang sempat mencapai puluhan kasus. Saat ini, prevalensi stunting di Selumit berada di kisaran 6 persen dan menjadi salah satu yang terendah di Kota Tarakan.
Sosialisasi penyaluran bantuan tersebut dihadiri langsung oleh Lurah Selumit, Kasi Pemberdayaan Masyarakat, serta para orang tua penerima manfaat. Darmawati mengimbau para orang tua agar mengambil paket PMT secara tepat waktu setiap bulannya guna menjaga kualitas dan kesegaran bahan makanan.
“Kami mengevaluasi penyaluran sebelumnya di mana ada warga yang terlambat mengambil paket bantuan. Tahun ini kami tegaskan agar tepat waktu supaya kualitas daging dan telur tetap segar saat dikonsumsi anak,” pungkasnya.(Sha)












